KITAINDONESIASATU.COM – Kabar penting bagi jutaan warga penerima bantuan sosial. Kementerian Sosial mengungkap masih ada sekitar 3 juta penerima manfaat yang hingga kini belum menerima bansos. Penyebabnya? Proses administrasi yang masih berjalan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa jutaan penerima tersebut merupakan data baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Artinya, mereka sebelumnya belum terdaftar dan kini masuk dalam daftar penerima terbaru.
Dari total 3 juta itu, sekitar 1 juta merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sementara sekitar 2 juta lainnya adalah penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Namun hingga saat ini, mereka masih menunggu proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, hingga mekanisme penyaluran lewat PT Pos Indonesia.
“Sebagian besar belum punya rekening, jadi harus buka burekol dulu. Prosesnya bisa 1–2 bulan sebelum bantuan cair,” ujar Saifullah.
Meski begitu, penyaluran bansos triwulan pertama 2026 disebut berjalan ngebut. Hingga awal Februari yang bertepatan dengan Ramadan, realisasi bantuan sudah tembus lebih dari 85 persen atau di atas Rp15 triliun.
Untuk PKH, bantuan sudah diterima sekitar 8,9 juta keluarga dari total target 10 juta KPM dengan nilai lebih dari Rp6 triliun. Sementara BPNT telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari total 18,25 juta KPM dengan nilai lebih dari Rp9 triliun.
Seluruh penyaluran dilakukan melalui bank-bank anggota Himbara dan Bank Syariah Indonesia agar dana masuk langsung ke rekening penerima tanpa perantara.
Kemensos menegaskan proses administrasi untuk penerima baru terus dipercepat, terutama menjelang Ramadan, agar jutaan keluarga yang sudah terdata dalam DTSEN bisa segera merasakan manfaat perlindungan sosial. (*)


