KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki malam keempat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat jemaah untuk memadati masjid dan musala terpantau tetap stabil. Di balik ruku dan sujud yang dilakukan, tersimpan janji kemuliaan yang memotivasi umat Muslim untuk tetap istikamah dalam menjalankan ibadah sunnah muakkad ini.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, fadilah atau keutamaan salat Tarawih pada malam keempat sangatlah istimewa. Diriwayatkan bahwa bagi mereka yang mendirikan salat malam ini dengan penuh keikhlasan, Allah SWT akan memberikan pahala yang sangat besar, yakni setara dengan pahala orang yang membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Furqan (Al-Qur’an).
Janji pahala yang setara dengan membaca empat kitab suci ini mengandung pesan mendalam bagi setiap Muslim:
- Penghargaan Atas Ketekunan: Malam keempat sering kali menjadi titik awal ujian konsistensi. Pahala besar ini diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi hamba yang mampu menjaga semangat ibadahnya.
- Keberkahan Ilmu: Mengingat kitab-kitab tersebut adalah sumber petunjuk, malam ini menjadi momentum untuk memperbaharui niat agar hidup selalu dibimbing oleh cahaya Ilahi.
- Penyempurna Ibadah: Selain menggugurkan dosa, Tarawih malam ini menjadi sarana “booster” spiritual sebelum memasuki fase-fase berikutnya di bulan Ramadan.
Para ulama berpesan agar besarnya pahala yang dijanjikan tidak membuat jemaah terjebak dalam hitung-hitungan matematis, melainkan menjadi pemacu untuk meraih keridaan Allah SWT dengan kualitas salat yang lebih khusyuk.(*)




