KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (19/2) malam berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Kebon Pala, Jakarta Timur. Dalam hitungan jam, air bah setinggi satu meter merendam permukiman dan melumpuhkan aktivitas warga.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengungkapkan bahwa air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB. Awalnya hanya sekitar 50 sentimeter, namun terus merangkak hingga mencapai 100 sentimeter atau satu meter pada Jumat (20/2) pagi.
“Pukul 09.00 WIB tadi sudah satu meter,” ujarnya.
Banjir tersebut bukan hanya merendam lantai rumah, tetapi juga menghanyutkan rasa tenang warga. Perabotan rumah tangga, kendaraan, hingga akses jalan lingkungan ikut lumpuh. Sejumlah jalan tak bisa lagi dilalui roda dua maupun roda empat.
Di titik genangan terdalam, anak-anak dan lansia harus dievakuasi menggunakan perahu karet. Warga tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meninggi.
Menurut Sanusi, situasi masih berpotensi memburuk apabila hujan deras kembali turun dalam durasi panjang. Ia juga menyebut luapan Kali Ciliwung menjadi salah satu penyebab utama, ditambah informasi bahwa Bendung Katulampa berstatus Siaga 3.
Petugas dari PPSU, BPBD, dan aparat setempat telah turun tangan memantau kondisi sekaligus membantu evakuasi. Sejumlah perahu karet dikerahkan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan di tengah kepungan air.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 61 RT dan enam ruas jalan terdampak genangan. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memastikan personel telah disebar untuk memonitor situasi di tiap wilayah.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi optimal.
Tak hanya fokus pada penanganan genangan, pemerintah setempat bersama lurah dan camat juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas. (*)

