Berita UtamaKesehatan

Hati-Hati Saat Sahur dan Berbuka, Pola Makan Ini Picu Perut Kembung

×

Hati-Hati Saat Sahur dan Berbuka, Pola Makan Ini Picu Perut Kembung

Sebarkan artikel ini
IMG 20260219 195905
Ilustrasi keluhan perut kembung yang umumnya dipicu penumpukan gas dan kebiasaan makan tergesa-gesa saat berbuka (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Keluhan perut kembung kerap menghantui masyarakat selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai dampak langsung dari menahan lapar dan haus seharian. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Mira Dewi, menjelaskan bahwa perut kembung umumnya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan. Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti intoleransi makanan, sembelit, hingga gangguan pencernaan.

“Penyebab perut kembung paling sering adalah akumulasi gas di usus. Namun, ada banyak faktor lain yang juga berperan, seperti intoleransi makanan atau gangguan pencernaan,” jelasnya, Kamis 19 Febuari 2026.

Lebih lanjut, dr Mira menegaskan bahwa puasa itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan perut menjadi begah atau kembung. Menurutnya, keluhan tersebut lebih sering muncul akibat kesalahan pola makan saat sahur maupun berbuka puasa.

“Perlu dipastikan bahwa kondisi berpuasa itu sendiri tidak menyebabkan perut kembung. Biasanya keluhan ini muncul karena kebiasaan makan yang kurang tepat, misalnya langsung mengonsumsi makanan yang mengandung gas saat berbuka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, perut begah lebih rentan dialami oleh individu yang memiliki riwayat penyakit asam lambung (GERD) maupun gangguan pencernaan lainnya.

Beberapa kebiasaan yang kerap memicu perut kembung selama Ramadan antara lain berbuka puasa dengan porsi besar sekaligus setelah lambung kosong seharian, mengonsumsi makanan tinggi gas seperti kacang-kacangan tertentu, kol, dan minuman bersoda, makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik, serta kurangnya asupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur.

Untuk mencegah perut kembung, dr Mira mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pola makan selama berpuasa. Ia menyarankan untuk makan secara perlahan, tidak tergesa-gesa, serta menghindari makanan pemicu kembung saat sahur dan berbuka.

“Usahakan berbuka secara bertahap dan tidak langsung makan dalam jumlah besar. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, sebaiknya membatasi konsumsi susu,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih serta tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur selama bulan Ramadan.

“Pola makan yang tepat, cukup cairan, dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *