KITAINDONESIASATU.COM – Bermain di Stadion Groupama pada Senin (16/2) dini hari WIB, Lyon tampil meyakinkan dengan menaklukkan Nice 2-0. Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa — Les Gones makin serius menantang perebutan gelar Ligue 1 musim 2025/2026.
Tambahan tiga poin membuat jarak Lyon dengan papan atas semakin dekat, apalagi PSG baru saja terpeleset. Persaingan juara pun kembali panas.
Nice sebenarnya membuka laga dengan berani. Pada menit ke-22, Sofiane Diop lolos dari perangkap offside dan hampir mencetak gol, namun kiper Dominik Greif tampil heroik menutup ruang tembak di momen krusial.
Lyon kemudian menunjukkan kualitas sesungguhnya: efektif dan mematikan. Tepat di masa injury time babak pertama (45+1), serangan balik cepat berujung umpan silang Pavel Sulc yang disambut Corentin Tolisso dengan penyelesaian dingin. Stadion langsung meledak — skor 1-0 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Nice terus mencoba bangkit lewat peluang Tom Louchet, tetapi Greif kembali menjadi tembok tak tertembus. Momentum akhirnya benar-benar milik Lyon pada menit ke-64. Wonderkid Noah Nartey melakukan aksi individu memukau, melewati bek lawan sebelum melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang. Gol indah itu memastikan kemenangan 2-0.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Lyon di era Fonseca. Mereka kini mencatat 13 kemenangan beruntun di semua kompetisi, mendekati rekor klub. Pertahanan mereka juga luar biasa, sudah 19 kali nirbobol musim ini, salah satu yang terbaik di Eropa. Bahkan di kandang, Lyon selalu mencetak gol dalam 28 laga beruntun.
Setelah sempat terseok di awal musim, Lyon kini resmi menjelma penantang serius juara. Jika tren ini berlanjut, mimpi mengangkat trofi liga pertama sejak 2008 bukan lagi sekadar angan. (*)


