KITAINDONESIASATU.COM – PSM Makassar kembali terpuruk dalam laga kandang melawan Dewa United di Stadion BJ Habibie Parepare Makassar, Sabtu (14/2/2026) sore.
Bermain dihadapan ribuan suporternya Juku Eja dipermalukan tamunya dengan kekalahan dua gol tanpa balas (0-2) dipekan ke-21 Super League 2025/2026.
Hasil ini bukan hanya kehilangan poin di kandang sendiri, akan tetapi merupakan kekalahan yang terus dialami Juku Eja untuk yang ke-5 kalinya dalam 7 laga terakhirnya.
Lima kekalahan dari 7 laga yang dijalani PSM Makassar terjadi sejak pekan ke-15 gagal meraih poin di kandang sendiri dari Malut United dengan skor 0-1.
Selanjutnya pada laga tandang melawan Borneo FC PSM Makassar kembali gagal mencuri poin, melawan Bali United bermain di kandang juga jeblok dengan hasil 0-2.
Kemudian ketika laga tandang melawan Persijap Jepara PSM Makassar kembali gagal memetik kemenangan kalah dari tuan rumah 2-0.
Pada laga pekan ke-19 PSM Makassar untuk mencoba bangkit dari keterpurukan dan berhasil menahan imbang tamunya Semen Padang dengan skor 0-0.
Di pekan ke-20 PSM Makassar berhasil bangkit dari keterpurukan sebelumnya dengan menghabisi tuan rumah PSBS Biak di kandang Stadion Maguwoharjo Sleman dengan skor 1-2.
Namun sayang dilakan pekan ke-21 PSM Makassar kembali terpuruk dengan kekalahan telak di kandang sendiri dari tamunya Dewa United dengan skor 0-2.
Harapan kemenangan dilaga berikutnya sepertinya PSM Makassar semakin berat sebab pada pekan ke-22 PSM kembali menghadapi lawan berat papan atas Super League melawan Persija Jakarta.
Kemudian PSM Makassar kembali menghadapi laga berat lagi melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-23, PSM Makassar akan semakin terpuruk jika tidak segera bangkit dari kekalahan.
Rentetan hasil negatif yang dialami, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha mendapat pengakuan dari sang pelatih akan performa buruk anak asuhnya yang berkali gagal menyelesaikan peluang dengan baik.
Tomas mengatakan sebagai pelatih juga menginginkan timnya berhenti kalah, kemudian perlu berfikir mengapa kalah, lalu berkomunikasi dengan pemain bagaimana cara menghentikan kekalahan itu.
Penyataan Tomas menggambarkan terjadinya tekanan yang dihadapi skuad PSM Makassar bukan hanya karena strategi tetapi juga eksekusi dilapangan yang dinilai belum berjalan dengan baik.
Bahkan sejumlah pemain kunci memiliki performa yang sama saja, pada hal seharusnya mereka menjadi pembeda dalam setiap pertandingan.
Sejumlah pemain disebut seperti Yusran fernandes, Daisuke Sakai hingga Alex Tanque peluang-peluang yang ada gagal dieksekusi dengan baik oleh para pemain tersebut.
Kritik terbuka menjadi sinyal bahwa Tomas Trucha menuntut respon cepat dari para pemainnya dalam situasi buruk seperti ini, tekanan psikologis faktor penting khususnya bagi pemain kunci untuk membawa PSM Keluar dari zona merah.
Pengamat sepakbola Imran Amirullah seperti diungkapkan kepada fajar.co.id mengungkap perlunya evaluasi menyeluruh dari PSM Makassar, rentetan hasil tanpa kemenangan menjadi inikasi adanya masalah yang dalam tidak bisa diselesaikan secara instan.
Menurut mantan asisten pelatih PSM Makassar ini, faktor tren negatif tak bisa dilihat secara sempit, persoalan PSM bukan hanya kualitas individu atau komposisi pemain tetapi juga bisa dipengaruhi faktor lain.
Di tubuh PSM Sendiri menurut Imran banyak faktor yang bisa mengakibatkan hasil-hasil negatif ini, karena banyak gaktor bukan hanya situasi tim atau materi pemain saja.
Dengan sisa pertandingan yang ada di Super League, PSM Makassar masih memiliki peluang untuk kembali bangkit dari keterpurukan.
Namun jika tanpa adanya perbaikan yang signifikan performa, mental bertanding dan tekanan makan maka keterpurukan akan terus terjadi, situasi ini perlu segera dilakukan langkah-langkah khusus sebelum situasi semakin sulit dikendalikan. **


