KITAINDONESIASATU.COM – Fenomena hari tanpa bayangan, atau kulminasi, diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa mulai 8 hingga 14 Oktober 2024.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kulminasi terjadi ketika Matahari berada di titik tertinggi di langit, tepat di atas kepala pengamat.
Fenomena ini menyebabkan bayangan benda tegak tampak hilang karena bayangan jatuh tepat di bawah objeknya.
BMKG menjelaskan, kulminasi terjadi karena bidang rotasi dan revolusi Bumi tidak berimpit, menyebabkan perubahan posisi Matahari sepanjang tahun antara lintang utara dan selatan.
BACA JUGA : Duck Syndrome: Fenomena Tersembunyi di Balik Tekanan Hidup
Gerakan ini disebut gerak semu Matahari. Di tahun 2024, Matahari melewati garis khatulistiwa pada 20 Maret dan 22 September, serta mencapai titik balik utara dan selatan masing-masing pada 21 Juni dan 21 Desember.
[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, menambahkan bahwa meski Matahari memancarkan sinar dengan intensitas maksimal saat kulminasi, fenomena ini tidak secara langsung meningkatkan suhu secara signifikan.
Suhu di permukaan Bumi lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti tutupan awan, kelembapan, dan potensi hujan.

