Berita UtamaViral

Di Balik Tren Whip Pink, Ancaman Senyap Gas N2O Diduga Bisa Berujung Kematian

×

Di Balik Tren Whip Pink, Ancaman Senyap Gas N2O Diduga Bisa Berujung Kematian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260202 164547
Produk kuliner berbasis gas nitrous oxide (N₂O) yang dalam kajian kedokteran dan gizi diduga berisiko membahayakan kesehatan saraf dan metabolisme tubuh jika disalahgunakan. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Whip Pink atau whippets yang mengandung gas nitrous oxide (N2O).

Menurutnya, penggunaan gas tersebut di luar peruntukannya dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kematian. Whip Pink merupakan tabung atau cartridge kecil berisi gas N2O bertekanan tinggi yang digunakan sebagai pendorong krim pada wadah whipped cream.

Selain di dunia kuliner, N2O juga digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada tindakan medis tertentu, seperti prosedur invasif, persalinan, atau sebagai pendamping obat bius pada anestesi umum.

“Penggunaan gas N2O secara berlebihan atau tidak tepat dapat membahayakan tubuh. Dampak beracun gas tersebut terjadi karena N2O merusak fungsi vitamin B12 di dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf,” jelas dr Agil, Senin 2 Januari 2026.

Baca Juga  Klik Link Dana Kaget Terbaru 14 Desember 2024, Cek Kata Pemahaman Hari Ini!

Akibatnya, sebut dia, tubuh tidak dapat menjalankan proses penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan saraf. “Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf atau mielin, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi.

”dr Agil menambahkan, kerusakan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti kesemutan, kelemahan, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf akibat terganggunya aliran darah.

Berdasarkan berbagai laporan ilmiah, gangguan saraf yang paling sering muncul akibat penyalahgunaan N2O adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang, terutama bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh.

“Semakin sering gas ini digunakan secara berlebihan, maka semakin besar risiko terjadinya kerusakan saraf,” katanya.

Selain gangguan saraf, N2O juga berpengaruh terhadap sistem pembuluh darah. dr Agil menjelaskan, gas tersebut dapat menyebabkan otot-otot pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga pembuluh darah melebar.

Baca Juga  CEK Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 Januari 2026, Klaim untuk Dapatkan Hadiah Gratis di Event TOTY 26

“Jika terjadi secara berlebihan, tekanan darah dapat turun drastis dan menimbulkan sakit kepala hebat, pusing, serta rasa lemas,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa N2O dapat bereaksi dengan zat lain di dalam tubuh dan membentuk senyawa yang sangat reaktif dan berbahaya. Senyawa tersebut dapat merusak sel, memicu peradangan, serta menyebabkan kematian sel.

“Selain itu, N2O dapat menghambat kerja mitokondria sebagai penghasil energi sel, sehingga produksi energi menurun dan sel, terutama sel saraf, berisiko mati,” imbuhnya.

Tak hanya itu, gas ini juga dapat mengubah hemoglobin dalam darah sehingga tidak mampu mengikat oksigen secara optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit tampak kebiruan dan jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen.dr Agil menyebut, Whip Pink kerap disalahgunakan sebagai “zat hiburan” karena N2O dapat menimbulkan rasa senang, euforia, dan halusinasi, sehingga dikenal sebagai “gas tawa”.

Baca Juga  Pramono Anung Bongkar Trik Kotor, Tawuran di Jakarta Diduga Dibuat demi Viral

Namun, ia menegaskan bahwa menghirup N2O di luar pengawasan medis sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, terutama jika digunakan dalam jumlah besar atau terlalu sering. Dalam beberapa kasus, penggunaan berulang juga dapat menimbulkan ketergantungan.

Ia mengimbau agar Whip Pink digunakan sesuai peruntukannya. “Whip Pink harus digunakan sebagaimana mestinya, misalnya dalam dunia kuliner. Jangan penggunaan Whip Pink sebagai “anestesi mandiri” tanpa anjuran dan pengawasan dokter. Penggunaan gas N2O untuk kepentingan medis hanya boleh dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar penggunaan Whip Pink dalam kuliner tidak dilakukan di dekat benda mudah terbakar dan disarankan untuk menghirup udara segar agar tubuh tetap mendapatkan cukup oksigen. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *