KITAINDONESIASATU.COM- Pembinaan sepak bola usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda. Komitmen tersebut tercermin melalui pelaksanaan Bogor Bageur Soccer Festival 2026, ajang kompetisi sepak bola anak yang menghadirkan puluhan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menilai Bogor Bageur Soccer Festival menjadi wadah kompetisi yang strategis bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk mengembangkan potensi, kemampuan teknis, serta mental bertanding sejak dini.
“Kegiatan ini menjadi salah satu ajang unjuk potensi bagi para atlet sepak bola usia dini yang kelak dapat memberi kontribusi bagi masa depan sepak bola di Kota Bogor maupun nasional,” ujar Denny Mulyadi, Sabtu 31 Januari 2026, kemarin.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, di Taman Lapangan Manunggal, Kota Bogor, tersebut diikuti oleh 17 Sekolah Sepak Bola dari wilayah Jabodetabek, Cianjur, dan Sukabumi. Ajang ini digelar dalam rangka memperingati 9th Anniversary Sekolah Sepak Bola (SSB) Mutiara 97 Tahun 2026.
Selain menjadi ruang kompetisi, Denny Mulyadi menekankan pentingnya nilai sportivitas dan kebersamaan dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk bertanding secara fair, bekerja sama dengan baik, serta menghormati keputusan wasit di lapangan.
Ia juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengimbau agar setelah kegiatan ini selesai, tidak ada sampah yang berserakan. Mari kita pelihara kebersihan tempat ini bersama-sama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SSB Mutiara 97, Erwin, mengatakan bahwa Bogor Bageur Soccer Festival 2026 diikuti oleh 32 tim dari 17 SSB yang terbagi ke dalam empat kategori usia, yakni U-9, U-10, U-11, dan U-12.Ia menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan festival ini bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan fokus pada proses pendidikan dan pembinaan pesepak bola usia dini.
“Konsep dan tujuan utamanya adalah menjadi wadah bagi anak-anak untuk bermain sepak bola dengan gembira. Fokus kami adalah seluruh pemain dapat dimainkan agar mereka merasa senang dan memperoleh pengalaman bertanding,” jelas Erwin.
Ketua Panitia, Anshori Rahman, menambahkan bahwa festival sepak bola usia dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, melalui kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga dibentuk sikap disiplin, rasa saling menghormati, serta nilai-nilai sportivitas.
“Melalui Bogor Bageur Soccer Festival, kami tidak hanya mencetak juara, tetapi juga mencetak atlet yang memiliki karakter baik, attitude positif, respek terhadap sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play,” pungkas Anshori. (Nicko)


