KITAINDONESIASATU.COM – Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik $1,46 (2,08%) menjadi $71,53 per barel, sementara minyak mentah Brent, patokan global, naik $1,39 (1,88%) menjadi $75,75 per barel pada hari Kamis (3/10/2024).
Lonjakan ini menempatkan minyak mentah Brent di jalur kenaikan persentase mingguan terbesar dalam hampir dua tahun.
Lonjakan harga lebih lanjut dipicu oleh komentar Presiden Biden yang menyarankan diskusi antara pejabat AS dan Israel tentang potensi serangan terhadap fasilitas minyak Iran.
Para analis memperingatkan bahwa jika infrastruktur energi Iran rusak parah, harga minyak berpotensi meroket hingga $200 per barel.
Kenaikan harga minyak dunia memiliki beberapa efek signifikan pada perekonomian Indonesia, antara lain:
- Pertumbuhan Ekonomi
Fluktuasi harga minyak dunia dapat memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek, yaitu selama 3 bulan (satu kuartal) setelah kenaikan harga minyak. - Inflasi
Kenaikan harga minyak dunia dapat mendorong laju inflasi domestik di Indonesia. Ketika harga minyak melebihi USD 100 per barel, efeknya pada inflasi menjadi lebih signifikan. - Uang Beredar
Fluktuasi harga minyak dunia juga dapat meningkatkan jumlah uang beredar di dalam negeri. Dampak ini berlangsung selama 5 bulan. - Nilai Tukar Rupiah
Kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak negatif terhadap nilai tukar riil rupiah. Efek ini berlangsung selama 10 bulan. - Suku Bunga
Fluktuasi harga minyak dunia juga dapat menyebabkan naiknya suku bunga di dalam negeri. Dampak ini berlangsung selama 10 bulan. - Kebijakan Subsidi
Pemerintah Indonesia sering mengadopsi kebijakan subsidi untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak pada inflasi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, kebijakan ini juga dapat meningkatkan defisit anggaran pemerintah. - Stabilitas Energi
Pertamina, sebagai perusahaan negara yang bertanggung jawab atas supply energi di Indonesia, terus memantau kenaikan harga minyak dunia dan berusaha menjaga ketersediaan energi nasional.
Pertamina berkomitmen untuk memastikan distribusi bahan bakar dan gas alam yang stabil dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kenaikan harga minyak dunia memiliki dampak yang kompleks dan beragam pada perekonomian Indonesia, termasuk efek pada inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan stabilitas energi.*


