KITAINDONESIASATU.COM – Kamis pagi, 29 Januari 2026, menjadi hari yang penuh peluh bagi Denny (55), seorang karyawan swasta yang berkantor di kawasan Pejagalan, Jakarta Utara. Guyuran hujan lebat sejak dini hari menyebabkan ruas Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, terendam banjir setinggi 30–50 sentimeter di beberapa titik krusial, melumpuhkan arus lalu lintas menuju pusat kota.
Denny, yang berangkat dari rumahnya di Poris, Kota Tangerang sekitar pukul 07.00 WIB, biasanya hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke tempat kerja. Namun, pagi ini ia harus terjebak dalam kemacetan total selama dua jam.
Ribuan kendaraan merayap, sementara banyak pengendara motor terpaksa mematikan mesin karena nekat menerobos genangan air yang cukup tinggi.
“Normalnya saya sampai kantor sebelum jam 8. Tapi hari ini, Daan Mogot benar-benar terkunci. Saya baru sampai Pejagalan jam 9 lewat. Dua jam di jalan hanya untuk jarak yang biasanya singkat,” ujar Denny dengan raut wajah lelah.
Kondisi diperparah dengan banyaknya kendaraan yang mogok di tengah jalan, menghambat laju bus TransJakarta dan kendaraan logistik. Denny mengaku sempat mencari jalur alternatif melalui jalan-jalan tikus, namun jalur tersebut pun sudah padat oleh kendaraan lain yang memiliki pemikiran serupa.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Dinas Perhubungan dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dan kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas dan membantu kendaraan yang terjebak.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur layang atau transportasi umum guna menghindari titik banjir yang masih bertahan.
“Banjirnya parah hari ini, sama dengan dua minggu lalu di Daan Mogot. Banyak motor terpaksa mematikan mesin karena khawatir mogok,” kata Slamet, warga Perumas III, Kota Tangerang yang berkantor di Roxy, Jakarta Pusat. (*)

