Berita UtamaKesehatan

Menteri Wihaji Lirik Kota Bogor untuk Uji Program Dapur Sehat Atasi Stunting

×

Menteri Wihaji Lirik Kota Bogor untuk Uji Program Dapur Sehat Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
IMG 20260129 WA0006
Mendukbangga Wihaji didampingi Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyerahkan langsung paket makanan bergizi Program Dahsat kepada penerima manfaat di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Upaya menekan angka stunting di Kota Bogor masih membutuhkan intervensi nyata, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum sepenuhnya tersentuh program nasional. Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) pun diharapkan menjadi solusi penguat di tingkat masyarakat untuk menutup celah pemenuhan gizi kelompok berisiko stunting.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, saat meninjau pelaksanaan program Dahsat di Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu 28 Januari 2026.

Didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Wihaji melihat langsung proses pengolahan makanan hingga pengemasan sebelum didistribusikan kepada keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting.

Di Kota Bogor, program Dahsat merupakan inisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor. Program ini telah berjalan meski masih dalam skala terbatas.

Baca Juga  Patrick Kluivert Yakin Indonesia Menang Lawan China

“Ini merupakan uji coba selama dua bulan di Kota Bogor untuk memastikan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan Presiden. Program Dahsat ini di luar MBG dan dikelola oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Dahsat,” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan, terdapat tiga semangat utama dalam pelaksanaan program Dahsat. Pertama, memastikan menu makanan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang pendistribusian makan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Kedua, memastikan bahwa masih ada sebagian ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang belum terjangkau oleh SPPG,” ucapnya.

Baca Juga  Aranya Coffee and Forest: Sensasi Ngopi di Alam Pegunungan, Bogor

Ketiga, lanjut Wihaji, mendorong aktivasi masyarakat dalam pemenuhan gizi di wilayah masing-masing. Wilayah yang belum tersentuh program MBG dapat difasilitasi melalui program Dahsat.

“Di wilayah ini, makanan dimasak oleh ibu-ibu dengan pendampingan tenaga ahli dari puskesmas untuk memastikan asupan gizi sesuai kebutuhan. Ini penting agar berbeda dengan makanan bagi anak sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam pendistribusian makanan agar penerima manfaat benar-benar mengalami peningkatan kondisi gizi.

“Di Indonesia, uji coba baru dilakukan di Kota Bogor. Pemkot Bogor sangat mendukung. Ke depan akan dilaksanakan di daerah lain,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa program Dahsat sebenarnya telah berjalan di Kota Bogor, namun masih dalam jumlah terbatas.

Baca Juga  BMKG Prakirakan Cuaca Berawan dan Hujan di Sebagian Besar Kota Indonesia Minggu 6 Oktober 2024

“Hari ini menjadi pilot project dari Kemendukbangga, karena sasaran SPPG belum sepenuhnya menjangkau ibu hamil dan ibu menyusui untuk mendapatkan porsi MBG. Kota Bogor dijadikan contoh dapur makan bergizi gratis bagi mereka,” jelas Jenal Mutaqin.

Di Kelurahan Kebon Pedes, terdapat 100 porsi makanan bergizi yang didistribusikan langsung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibina sebelumnya. Ia berharap program Dahsat mampu menjadi langkah pencegahan bertambahnya angka stunting atau Zero New Stunting di Kota Bogor.

“Program Dahsat sudah berjalan di Kota Bogor, namun selama ini hanya sekitar 20 porsi dan hanya setiap 10 hari sekali. Mudah-mudahan dapat berjalan konsisten. Tentu akan kami evaluasi pelaksanaannya di lapangan dan program ini tidak dalam konteks menyaingi MBG,” tutup Jenal Mutaqin. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *