Sosok

SOSOK Gus Miftah yang Viral Gara-Gara Aksi Bercanda dengan Istri Ramai di Medsos

×

SOSOK Gus Miftah yang Viral Gara-Gara Aksi Bercanda dengan Istri Ramai di Medsos

Sebarkan artikel ini
SOSOK Gus Miftah yang Viral Gara-Gara Aksi Bercanda dengan Istri Ramai di Medsos
Sosok Gus Miftah / Instagram

KITAINDONESIASATU.COM – Ulama Gus Miftah belakangan menjadi topik hangat setelah videonya yang menunjukkan ia menoyor kepala istrinya viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, terlihat Gus Miftah sedang berada di konser Kebangsaan untuk merayakan Milad ke-12 tahun. 

Dia awalnya duduk berdampingan dengan istrinya sambil menikmati musik, namun tiba-tiba ia menggoyangkan kepala istrinya dengan keras beberapa kali. 

Meskipun sang istri berusaha menahan tindakan tersebut, Gus Miftah terlihat ceria, seolah-olah aksinya adalah bentuk candaan. 

Awalnya Gus Miftah dan sang istri sedang duduk bersebelahan menikmati musik yang dilantunkan.Namun tiba-tiba Gus Miftah memegang kepala istrinya lalu menggoyang-goyangkannya dengan keras hingga beberapa kali.

BACA JUGA : Profil dan Jejak Digital Ariyo Ardi, Moderator Debat Cagub Jakarta 2024

Mendapat perlakukan tersebut, sang istri nampak berusaha menahannya.

[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]

Ekspresi Gus Miftah sendiri malah terlihat sumringah ketika melakukannya dan terkesan tindakannya itu sebagai ekspresi bercanda.

Sayangnya, tidak semua netizen setuju dengan tindakan tersebut, dan banyak yang mengkritiknya meski ia menganggapnya sebagai lelucon.

Profil Gus Miftah

Gus Miftah, yang memiliki nama lengkap KH Miftah Maulana Habiburrahman, adalah keturunan kesembilan dari Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pondok Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur. 

Ia lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981 dan menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah dengan nilai tertinggi se-Provinsi Lampung. 

Pada tahun 1999, Gus Miftah hijrah ke Yogyakarta dan menjadi mahasiswa program studi Kependidikan Islam di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.

Dakwahnya dimulai pada usia 21 tahun ketika ia sering melaksanakan salat Tahajud di sebuah musala di Sarkem, Yogyakarta, di mana ia menemukan beberapa pekerja seks komersial yang menangis mendengar bacaannya dari Al-Qur’an.

Ia pun berinisiatif untuk memberikan ceramah di klub malam. Inspirasi aksinya berasal dari ulama terkenal, KH Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek), dan ia mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti Maulana Habib Luthfi bin Yahya dan almarhum KH Maimoen Zubair.

Karir

Pada tahun 2011, ia mendirikan pondok pesantren bernama Ora Aji, yang berarti bahwa tidak ada yang berarti di mata Allah kecuali ketakwaannya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *