KITAINDONESIASATU.COM – Bermain di Stadion Banten Internasional, Serang, Senin (26/1), Dewa United tanpa ampun melibas Arema FC dengan skor telak 2-0 pada pekan ke-18 BRI Super League.
Kemenangan ini menegaskan tren positif Dewa United yang sedang menanjak. Sebelumnya, mereka juga tampil perkasa dengan membungkam Persijap Jepara 3-0. Dua laga beruntun, dua kemenangan meyakinkan.
Sosok Alex Martins tampil sebagai mimpi buruk bagi Singo Edan. Striker tajam Dewa United itu memborong dua gol kemenangan dan memastikan Arema pulang dengan tangan hampa, sebagaimana dicatat oleh I.League.
Tambahan tiga poin krusial ini mengangkat Dewa United ke posisi 10 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin dari 18 pertandingan. Sebaliknya, kekalahan membuat Arema FC terjun ke peringkat 11 dengan 21 poin, situasi yang kian menekan tim asal Malang tersebut.
Sejak peluit awal dibunyikan, Dewa United langsung tancap gas. Peluang emas datang ketika Alexis Messidoro dijatuhkan Johan Alfarizie di kotak penalti. Tanpa ragu, Alex Martins yang maju sebagai eksekutor sukses memperdaya kiper Arema, Lucas Frigeri. Gol cepat di menit keempat membuat stadion bergemuruh, Dewa unggul 1-0!
Arema mencoba bangkit. Dalberto sempat mengancam lewat sepakan keras, namun masih mudah diamankan kiper Dewa, Sonny Stevens. Peluang emas lainnya hadir dari kaki Gabi, sayang bola hanya menghantam tiang gawang. Dewi fortuna tampak belum berpihak pada Arema.
Petaka kembali datang menjelang turun minum. Umpan matang Messidoro dimaksimalkan Alex Martins untuk mencetak gol keduanya pada menit ke-42. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Arema tampil lebih agresif. Matheus Blade sempat menguji ketangguhan Stevens, namun peluang itu kembali digagalkan. Dewa United tak tinggal diam. Taisei Marukawa beberapa kali merepotkan pertahanan Arema, meski peluang emasnya belum berbuah gol tambahan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, upaya Arema untuk memperkecil ketertinggalan tak membuahkan hasil. Skor 2-0 tetap bertahan, Dewa United berpesta, Arema FC tertunduk lesu. (*)

