KITAINDONESIASATU.COM – Paparan singkat sinar matahari pada waktu tertentu dalam sehari disebut-sebut dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Seorang ahli onkologi asal Inggris mengungkapkan bahwa hanya sekitar 30 detik terpapar sinar matahari pagi berpotensi menurunkan risiko berbagai jenis kanker secara signifikan.
Menurut Dr Mohammad Muneeb Khan sebagaimana laporan Mirror, paparan cahaya inframerah dekat atau near-infrared light (NIR) yang paling optimal terjadi sejak matahari terbit hingga sekitar pukul 09.00 pagi.
Dalam rentang waktu ini, tubuh manusia dinilai paling responsif terhadap cahaya tersebut dibandingkan waktu lain dalam sehari.
Dr Khan menjelaskan bahwa cahaya NIR bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi melatonin dalam jumlah besar.
Melatonin dikenal sebagai antioksidan alami yang memiliki kemampuan menetralkan racun dan melindungi sel dari kerusakan genetik.


