KITAINDONESIASATU.COM – Terlepas dari itu semua kecelakaan seperti ini kerap terjadi dimana-mana, mengingat para pengendara saat ini kebanyakan sembrono di jalanan.
Baik itu pengendara kendaraan roda empat maupun pengendara roda dua banyak yang sering kali emosiaonal dalam berkendara.
Polisi bahkan sudah memberikan sosialiasi dan pemahaman, namun kecelakaan masih saya terjadi diamana-mana.
Seperti yang terjadi dalam kecelakaan di Jalan Raya Mlarak, tepatnya di sekitar perempatan tengah sawah Blebakan, Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jumat (4/9/2024) siang lalu.
Akibat kecelakaan ini empat orang para pelajar berusia belasan tahun mengalami luka-luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kecelakaan tepatnya di sebelah timur, Stadion Pondok Modern Gontor ini melibatkan sepeda motor Beat AE 6183 OP, Honda Scoopy AE 2408 IM dan kendaraan Pajero Sport AE 1192 VM.
Kendaraan Pajero dikemudikan Widyana Candra Reni (42) warga Madusari, Kecamatan Siman sementara sepeda motor Beat dikendarai Muhammad Faidati membonceng Gibran.
Sedangkan sepeda motor Scoopy dikendarai Viva Aquila Faidai mahasiswi UIN Ponorogo warga Rejosari, Kebonsari berboncengan dengan temannya Umi Maksubah.
Menurut informasi dari Radio Gema Surya Ponorogo seperti diungkapkan Kades Nglumpang Sutikno mengatakan dua sepeda motor tersebut dihantam Pajero Sport yang dikendaraan emak-emak berusia 42 tahun.
Dijelaskan saat itu sepeda motor Beat dan Scoopy berjalan beriringan melaju dari arah Mlarak atau dari timur ke arah barat arah ke Jabong.
Kondisi di jalan di kawasan ini memang tergolong sempit kondisi jarang bergelombang, apalagi untuk ukuran mobil seperti Pajero dengan proposional mobil cukup besar.
Menurut Sutikno pengendara sepeda motor tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga terlalu memakan marka jalan hingga terjadi tabrakan.
Sementara Pajero yang melaju dari arah berlawanan juga kurang siap menghadapi laju sepeda motor yang begitu tiba-tiba nyelonong ke kanan hingga terjadi benturan keras.
Akibat benturan keras dua sepeda motor yang beriringan penumpangnya terpental hingga mengalami luka-luka yang serius di alami para remaja ini.
Korban Mihammad Fadil berboncengan dengan Gibran mengalami luka robek di palanya dan Gibran mengalami patah tulang paha di sebelah kiri.
Sedangkan pengendara Scoopy Viva Aquila mengalami patah tulang punggung dan kaki kiri, sementara Umi yang mengemudikan sepeda motor mengalami patah tangan kirinya.
Peristiwa ini tentu saja tidak diinginkan petugas kepolisian sudah kerapkali mengingatkan agar para pengendara selalu mentaan lalu lontas dan fokus saat berkendara.
Kini korban langsung dievakuasi ke RSUD Dr Harjono sementara kasus kecelakaan sudah dalam penanganan Satlantas Polres Ponorogo.
Kecekelakaan di kawasan ini menurut warga kerap terjadi, hal ini lantaran minimnya rambu, khususnya di kawasan prempatan ini sering terjadi kecelakaan. **



