KITAINDONESISASATU.COM – Fenomena banjir warna merah di Pekalongan viral di media sosial. Warga Simbang Kulon kaget melihat genangan air yang tampak seperti sirup merah pekat.
Banyak yang awalnya berspekulasi soal asal muasal air merah itu. Ada yang mengira limbah berbahaya atau hal mistis.
Ternyata, Lurah Simbang Kulon menjelaskan air merah itu berasal dari zat pewarna batik yang hanyut saat hujan deras. Limbah ini terbawa arus banjir ke pemukiman.
Air banjir berwarna merah ini sempat membuat beberapa warga panik, namun sebenarnya tidak membahayakan.
Ketinggian air hanya sekitar 15–25 sentimeter dan warnanya perlahan memudar.
Banjir Warna Merah di Pekalongan
Pihak kelurahan sudah mengajak pengusaha batik setempat berdiskusi. Tujuannya agar limbah pewarna tidak lagi mencemari genangan air saat hujan.
Video air merah viral di media sosial membantu warga lain lebih berhati-hati, tapi sekaligus menimbulkan penasaran.
Aktivitas batik memang sangat padat di Pekalongan. Pewarna yang digunakan bisa larut jika terbawa hujan deras.
Lurah menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan limbah industri.
Warga diminta tetap waspada saat musim hujan, terutama di kawasan rawan genangan. (*)

