KITAINDONESIASATU.COM – Polisi terus melakukan penyelidikan terkait dugaan praktik prostitusi di Spa plus-plus milik selebgram Sarnanitha di Bali.
Polda Bali mengungkap tarif layanan di spa tersebut, sekali layanan dipatok Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Spa ini diduga menawarkan layanan yang menjurus pada praktik prostitusi. Pelanggannya WNA dan WNI.
Menurut keterangan Kombes Pol. Jansen Aviatus, Kabid Humas Polda Bali, Flame Spa, yang dimiliki oleh Sarnanitha, ada tiga cabang di Bali. Semuanya telah ditutup karena keterlibatan dalam dugaan prostitusi.
Dari salah satu lokasi, polisi menemukan 11 terapis perempuan.
Dalam pengembangan kasus ini, polisi menahan tiga tersangka, termasuk Sarnanitha yang diduga sebagai pemilik spa serta sang direktur dan komisaris.
Pihak kepolisian pada Jumat (4/10/2024), terpaksa menjemput paksa Sarnanitha karena 2 kali mangkir.
Kasus ini menarik perhatian publik, terlebih karena Sarnanitha membantah sebagai pemilik Flame Spa.
Pengacara Sarnanitha, Donny, menyatakan bahwa spa tersebut dimiliki oleh suaminya, Ricky Norman Olarenshaw, dan tiga rekannya, yaitu Adam John Dalby, Darren J. Olarenshaw, serta Gregory Campbell Hinchliffe.
Namun, profil LinkedIn milik Sarnanitha memperlihatkan informasi berbeda. Dalam profil tersebut, Sarnanitha mengklaim dirinya adalah pemilik Flame Spa sejak tahun 2017, dengan menyebutkan layanan yang disediakan spa tersebut.- ***



