KITAINDONESIASATU.COM – Operasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung memasuki hari ketiga dengan strategi baru. Tim SAR gabungan memutuskan menggunakan jalur ekstrem yang biasa diakses masyarakat setempat untuk menjangkau lokasi korban.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan jalur tersebut dipilih berdasarkan informasi warga yang mengetahui akses menuju titik penemuan korban.
Hal itu disampaikan saat ditemui di Posko AJU Dusun Bulu-Bulu, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini delapan personel SAR masih berada di sekitar lokasi penemuan korban guna menjaga area dan mempersiapkan proses evakuasi.
“Jalur ini merupakan akses yang biasa dilalui warga. Delapan personel masih berada di lokasi untuk mengamankan posisi korban,” ujar Andi Sultan.
Upaya evakuasi sebelumnya sempat direncanakan melalui jalur atas pegunungan. Namun, rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bulusaraung.


