KITAINDONESIASATU.COM -Dalam pertarungan merebut kursi kepemimpinan di Kota Bogor, Rena Da Frina, calon walikota nomor urut 4, yang diusung dari partai PDI-P, tampil dengan strategi inovatif yang mengedepankan edukasi politik dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye.
Pendekatan ini diharapkan dapat menarik perhatian generasi milenial, yang merupakan mayoritas pemilih di daerah tersebut.
Rena, yang merupakan pendatang baru di dunia politik, mengungkapkan bahwa diskusi terbuka dan edukasi politik sangat penting untuk membentuk pemahaman yang mendalam tentang kepemimpinan yang ideal.
“Kami percaya bahwa membangun pemahaman yang kuat tentang kepemimpinan yang ideal adalah kunci untuk memajukan Kota Bogor,” tegasnya, Jumat, 4 Oktober 2024.
Program-program Rena yang akan dimulai pekan depan mencakup serangkaian diskusi publik yang akan membahas isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan, seperti penyalahgunaan narkoba dan pengelolaan sampah.
“Kami tidak hanya ingin mengkampanyekan program, tetapi juga ingin membangun kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat melalui diskusi yang bermakna,” tambahnya.
Tak hanya itu, strategi kampanye Rena juga memanfaatkan media sosial secara cerdas dengan dukungan teknologi AI untuk memperluas jangkauan pesan-pesannya.
“Sebanyak 40 persen dari pemilih kita adalah milenial yang aktif di media sosial, dan kami berkomitmen untuk menggunakan teknologi untuk mencapai mereka secara efektif,” jelas Rena.



