Otomotif

Nekat Terjang Banjir Pakai Motor? Ini 5 Risiko Fatal Bisa Bikin Mesin Jebol

×

Nekat Terjang Banjir Pakai Motor? Ini 5 Risiko Fatal Bisa Bikin Mesin Jebol

Sebarkan artikel ini
image 2025 03 07T215716.219
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang terus mengguyur Jakarta belakangan ini membuat banjir muncul di mana-mana. Di tengah kondisi darurat dan terburu-buru, banyak pengendara motor memilih nekat menerobos genangan air. Padahal, keputusan itu menyimpan risiko besar—bukan cuma bikin dompet menjerit, tapi juga mengancam keselamatan.

Berikut sederet bahaya serius yang mengintai motor saat dipaksa menembus banjir:

1. Water Hammer Mengintai, Mesin Bisa Jebol Seketika
Air yang tersedot ke ruang bakar melalui filter udara atau knalpot dapat membuat mesin terkunci karena air tak bisa dikompresi. Dampaknya sangat fatal: piston pecah, stang piston bengkok, hingga blok mesin retak. Jika ini terjadi, turun mesin dengan biaya mahal hampir tak terhindarkan.

2. Knalpot Kemasukan Air, Mesin Langsung Mati
Knalpot tak hanya berfungsi sebagai saluran gas buang, tapi juga bisa menjadi pintu masuk air. Saat genangan terlalu tinggi, tekanan balik dari air membuat mesin kehilangan tenaga dan mati mendadak. Kondisi ini juga mempercepat risiko water hammer jika dibiarkan.

3. Rem Blong, Kendali Hilang
Air banjir membasahi cakram atau tromol, membuat daya cengkeram rem anjlok drastis. Akibatnya, rem menjadi licin dan tak pakem—situasi berbahaya yang bisa berujung kecelakaan. Usai melewati genangan, pengendara disarankan mengerem perlahan berulang kali agar kampas cepat kering.

4. Busi Basah, Motor Mogok Mendadak
Busi sebagai pusat pengapian sangat rentan terkena air. Rembesan kecil saja bisa mematikan percikan api dan membuat motor langsung mogok. Risiko ini lebih tinggi pada motor dengan posisi busi rendah dan minim pelindung.

5. Oli Berubah Seperti Susu, Mesin Rusak Perlahan
Air banjir yang masuk ke bak mesin akan bercampur dengan oli. Pelumas pun berubah warna menjadi putih keruh menyerupai susu. Jika tetap dipakai, oli kehilangan fungsi pelumasan dan gesekan antarlogam akan merusak komponen mesin dari dalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *