KITAINDONESIASATU.COM – Banjir yang sempat mengepung sejumlah wilayah di Jakarta Selatan pada Senin (12/1) akhirnya benar-benar surut. Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan memastikan tak ada lagi genangan air yang tersisa di seluruh titik terdampak.
“Sudah tidak ada,” ujar Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, saat ditemui wartawan di kawasan Petogogan, Jakarta, Selasa (13/1).
Santo menegaskan, kondisi Jakarta Selatan kini telah kembali normal setelah hujan deras dan luapan Kali Krukut sempat memicu banjir di berbagai kawasan. Seluruh genangan yang sebelumnya merendam permukiman warga dipastikan telah menghilang.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Senin sore pukul 17.00 WIB, banjir masih merendam 20 rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan. Genangan tersebar di sejumlah kelurahan seperti Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, hingga Pejaten Timur, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 100 sentimeter.
Menurut Santo, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang disertai luapan Kali Krukut. Meski sempat merendam 13 titik di beberapa kecamatan, seluruh lokasi tersebut kini telah tertangani.
“Kemarin yang paling terakhir surut itu di Pulo Raya, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari,” ungkapnya.
Meski banjir telah surut, Sudin SDA Jakarta Selatan menegaskan kesiapsiagaan pengendalian banjir tetap dijaga. Seluruh sarana, termasuk pompa stasioner, pompa mobil, hingga pompa apung, dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Untuk kesiapan pompa, semuanya ready. Kalau ada kendala, langsung diperbaiki,” kata Santo.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta mencatat banjir di sebagian besar wilayah ibu kota kini berangsur surut. Saat ini, genangan hanya tersisa di 28 RT dan enam ruas jalan di Jakarta. (*)

