Berita UtamaBisnis

Bahlil Putus Impor Solar, Negara Klaim Hemat Rp68 Triliun per Tahun

×

Bahlil Putus Impor Solar, Negara Klaim Hemat Rp68 Triliun per Tahun

Sebarkan artikel ini
PILAR 08 Laporkan Akun Akun ke Bareskrim karena Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian pada Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia.

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan kebijakan keras dengan menyetop impor solar mulai 2026, termasuk untuk kebutuhan SPBU swasta. Kebijakan ini disebut sebagai langkah besar menuju kemandirian energi nasional.

“Mulai tahun ini, saya tidak lagi mengeluarkan izin impor solar. Izin impor solar sudah tidak ada lagi,” ujar Bahlil, Senin (12/1).

Bahlil menegaskan, jika masih ada solar impor yang masuk pada Januari atau Februari, itu merupakan sisa impor tahun 2025, bukan kebijakan baru. Penghentian impor ini, kata dia, merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, seiring kesiapan kilang dalam negeri.

Kilang yang menjadi tulang punggung kebijakan ini adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, yang mampu mengolah hingga 360 ribu barel per hari, setara 22–25 persen kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp514 triliun.

Ketika ditanya soal nasib SPBU swasta, Bahlil menegaskan mereka wajib membeli solar dari Pertamina. “Iya dong,” ujarnya. Bahkan, ia bermimpi seluruh BBM dengan RON 92, RON 95, hingga RON 98 nantinya diproduksi penuh di dalam negeri.

Rencana penghentian impor solar ini juga didukung oleh beroperasinya RDMP Balikpapan serta penerapan program biodiesel B50, yang semakin memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan kebijakan ini, SPBU swasta tak lagi bergantung pada impor, dan pasokan solar akan sepenuhnya mengandalkan kilang dalam negeri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *