KITAINDONESIASATU.COM – Drama kompetisi Liga 2 Indonesia menghadirkan keterpurukan laga skuad PSIS Semarang vs PSS Sleman dengan kemenangan tim Super Elja 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (10/1/2026) lalu.
Performa PSIS Semarang masih jauh dari harapan setelah kembali mengalami kekalahan, meski dalam laga pekan sebelumnya berusaha untuk bangkit.
Menghadapi PSS Sleman memang menjadi laga berat bagi PSIS Semarang yang kini terpuruk di papan bawah Grup B Liga 2 dengan mengoleksi 8 poin.
Sementara PSS Sleman merupakan tim papan atas Grup B Liga 2 Indonesia dengan mengoleksi 33 poin merupakan peringkat runner-up grup B setelah Barito Putera dengan 35 poin.
Hingga pekan ke-15 PSIS Semarang memperlihatkan performa yang tidak stabil, bahkan kecenderungan mengalami performa buruk dari 15 laga yang telah di jalani hingga saat ini.
Tim kebanggaan warga Semarang ini tidak segarang dahulu hingga kini tim ini belum mampu memperlihatkan kebangkitan dan performa menuju perbaikan tim, bahkan bisa terancam dari degradasi Liga 2 Indonesia.
Dari laga yang dijalani 15 kali baru 2 kali mendapatkan kemenangan dan 2 kali bermain seri, sebanyak 11 kali harus menderita kekalahan dan terjadi terus terjadi.
Diduga masalah keuangan menjadi sebab utama anjloknya performa Laskar Mahesa Jenar ini, hal itu tercermin dari materi pemain yang seadanya tidak ada satupun pemain bintang di sana.
Dari seluruh pemain yang dimiliki sebelumnya hanya kiper Rizky Darmawan, bek senior Dandi Maulana dan gelandang Delvin Rumbino di antara pemain PSIS yang pernah merasakan menit bermain di Liga 1 Indonesia.
Namun kini PSIS meresmikan kedatangan 14 pemain baru dengan komposisi beragam mulai dari pemain lokal, tunggal, hingga naturalisasi, namun belum memberikan performa positif bagi PSIS.
Sejumlah nama merupakan wajah lama Persela Lamongan, seperti Fahmi Al Ayyubie, Ocvian Chanigio, Wawan Febrianto, Mario Londok, Otavio Dutra, Ezteban Viscarra, hingga Alberto Goncalves kini berseragam PSIS.
Dari data statistik yang dimiliki PSIS Semarang kini berada di dasar klasemen kedua Grup B Liga 2 Indonesia bersama Pesipal dengan mengoleksi 8 poin, sementara tim ini kebobolan sebanyak 32 gol dan mencetak gol 8 gol dari 15 kali pertandingan.
Dari catatan Transfermarkt performa PSIS Semarang dari seluruh tim baik grup timur maupun grup barat, juara liga musim 1998/1999 ini masih menduduki ranking terbawah di kasta kedua Liga Indonesia. **

