KITAINDONESIASATU.COM – Sheikh Nabil Yahya Qaouq, seorang ulama berpengaruh dari Lebanon dan pejabat tinggi Hizbullah, tewas akibat serangan udara Israel di Al-Shiyah, wilayah di pinggiran selatan Beirut, Dahiye.
Hizbullah mengonfirmasi kematian Qaouq, yang juga merupakan veteran politik dan militer, sehari setelah serangan itu.
Pada hari yang sama, serangkaian serangan udara Israel menghantam kawasan pemukiman di Lebanon selatan, termasuk Lembah Bekaa di timur Beirut, yang mengalami kerusakan parah.
Di desa Nabi Shayth, banyak bangunan hancur, menyebabkan banyak korban sipil.
BACA JUGA : Profil Ahmad Muzani, Ketua MPR 2024-2029 yang Baru Dilantik
Profil Sheikh Nabil Qaouq
Sheikh Nabil Qaouq, yang lahir pada 20 Mei 1964 di Abba, Lebanon selatan, memiliki berbagai peran penting di Hizbullah.
[ruby_related heading=”Baca Juga” total=5 layout=1 offset=5]
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengumumkan kesyahidan Qaouq dengan penuh penghormatan, menyampaikan belasungkawa kepada Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan keluarga Sheikh Qaouq.
Ia dikenal sebagai seorang ulama dengan pengetahuan yang mendalam dan komitmen besar terhadap perjuangan melawan Israel.
Sheikh Qaouq menghabiskan hidupnya dalam jihad melawan Israel dan pendukungnya, sering berada di garis depan.
Ia memegang berbagai posisi di Hizbullah, termasuk sebagai pejabat organisasi untuk wilayah selatan Lebanon dari 1991 hingga 2010, sebelum menjadi wakil kepala dewan eksekutif Hizbullah hingga 2018.
