KITAINDONESIASATU.COM – Mukhyar, seorang pensiunan birokrat dari Pemko Banjarmasin, bersama Awan Subarkah, masih memimpin berdasarkan hasil survei dari Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan (LSPP) Universitas Lambung Mangkurat.
Birokrat yang diusung oleh Partai Ummat, PKB, dan PKS ini mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Banjarmasin, jauh di atas calon Walikota Arifin Noor dan M. Yamin.
Usahanya dalam memasang baliho dan spanduk di berbagai sudut kota yang dijuluki “Seribu Sungai” tidak sia-sia.
“Walaupun diusung oleh tiga partai politik, Mukhyar memperoleh hasil survei tertinggi,” ungkap Direktur LSPP, Safa Muzdalifah, yang melaksanakan survei pada bulan Agustus.
Dari sebelas nama yang muncul, Mukhyar, yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memimpin dengan elektabilitas sebesar 35,85 persen. Survei yang dilakukan oleh LSPP bertujuan sebagai pendidikan politik dan referensi bagi masyarakat.
Menurut Safa Muzdalifah, hasil survei ini bisa dijadikan acuan bagi warga Banjarmasin dalam menentukan pilihan mereka. Survei ini diikuti oleh 1.074 responden yang dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error antara 3 hingga 5 persen.
Safa mengklaim bahwa LSPP berdiri independen. “Tentu saja, hasil survei ini bukanlah penentu. Ini hanya referensi politik bagi pemilih dan para calon yang akan berkompetisi,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa hasil survei masih dapat berubah, mengingat masih banyak responden yang menjawab tidak tahu atau belum memutuskan pilihan.
Saat dikonfirmasi mengenai hasil survei tertingginya, mantan Plh Walikota Banjarmasin ini menyatakan rasa syukurnya dan mengucapkan terima kasih kepada lembaga survei serta responden. Ia berjanji akan berusaha meningkatkan elektabilitasnya dengan lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat.

