KITAINDONESIASATU.COM – Sepak bola nasional kembali tercoreng. Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, bereaksi keras atas aksi brutal pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, yang melakukan tendangan kaki kanan ke dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga babak 32 besar Liga 4 Jatim di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1).
Umar menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan harus dibalas dengan hukuman paling berat. Menurutnya, langkah tegas mutlak diperlukan demi menjaga keselamatan atlet sekaligus marwah sepak bola Indonesia.
PSSI, kata Umar, menginstruksikan seluruh perangkat Komite dan Panitia Disiplin di semua level kompetisi agar tidak ragu menjatuhkan sanksi berat bagi pelaku pelanggaran keras dan brutal yang merusak jalannya pertandingan.
“Keselamatan atlet itu bukan hanya diatur dalam Kode Disiplin, tapi juga dijamin Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. Jadi Komdis di daerah harus bertindak tegas tanpa ragu. Dalam kasus ini, sanksinya bisa sampai larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup,” tegas Umar dalam pernyataan resminya, Selasa (6/1).
Insiden itu terjadi pada menit ke-72, saat Perseta 1970 unggul telak 4-0. Alih-alih berebut bola secara fair play setelah Firman melakukan salah umpan, Hilmi justru melayangkan “tendangan kungfu” ke arah dada lawan—aksi yang sama sekali tak berorientasi pada permainan.
Rekaman kejadian memalukan tersebut langsung viral di media sosial dan memicu gelombang kecaman publik. Tak lama berselang, Putra Jaya Pasuruan mengambil langkah drastis dengan memutus kontrak Hilmi, menyebut tindakannya melanggar prinsip fair play dan nilai dasar sepak bola.
Umar menegaskan, penindakan keras menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan bahwa sepak bola Indonesia hanya bisa berkembang jika dijalankan secara sehat, aman, dan tidak merugikan pihak lain.
Di sisi lain, Perseta 1970 memastikan kondisi Firman Nugraha berangsur membaik. Klub menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa dari berbagai pihak untuk kesembuhan sang pemain.
Pertandingan tersebut sendiri berakhir dengan kemenangan telak Perseta 1970 dengan skor 7-2. Pada laga selanjutnya, Perseta dijadwalkan menghadapi Perseba Bangkalan pada Rabu (7/1). (*)

