KITAINDONESIASATU.COM – Manchester United (MU) akhirnya membuat keputusan mengejutkan pagi waktu Inggris secara resmi ‘memecat’ pelatih Ruben Amorim, mengakhiri masa kepemimpinan di Old Trafford, Senin (5/1/2025).
Ahli strategi asal Portugal itu berpisah dengan club asal Machester itu setelah menjalin kerja sama selama setahun lebih setelah MU berada diperingkat ke-5 klasemen sementara dengan mengoleksi 31 poin dari 20 laga yang dijalani.
Informasi ini menyusul pengumuman resmi dari laman situs resmi Machester United di manutd.com yang mengatakan Ruben Amorin telah mengundurkan diri dari posisi sebagai pelatih kepala Machester United:
“Ruben Amorim telah mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Manchester United. Ruben ditunjuk pada November 2024 dan memimpin tim ke Final Liga Europa UEFA di Bilbao pada bulan Mei,” tulisnya.
Di ungkapkan Manchester United saat ini berada di posisi keenam di Liga Premier, manajemen klub dengan berat hati memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan.
“Hal ini akan memberi tim peluang terbaik untuk menyelesaikan musim Liga Premier di posisi tertinggi yang mungkin. Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan,” tulisnya.
Sementara kepelatihan Machester United untuk sementara ditunjuk Darren Fletcher akan memimpin tim untuk pertandingan melawan Burnley pada pekan ke-21 Kamis, 8 Januari 2026.
Dari informasi yang berkembang di kalangan jurnalis terkemuka di Inggris mengungkap penyebab langsung pemecatan cepat ini diyakini berasal dari komentar keras Amorim setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United .
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, mantan manajer Sporting Lisbon itu secara terbuka mengisyaratkan adanya perebutan kekuasaan yang tegang di dalam klub dan menyatakan ketidakpuasan terhadap struktur manajemen puncak.
Manajemen Red Devils tidak dapat mentolerir terbongkarnya kelemahan mereka ini dan memutuskan untuk mengambil tindakan tegas kurang dari 24 jam kemudian.
Kepergian Ruben Amorim menandai salah satu masa jabatan kepelatihan di MU terpendek dalam sejarah Manchester United.
Ia baru ditunjuk pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag dengan harapan dapat merevitalisasi tim dengan filosofi sepak bola modern.
Namun, perbedaan pendapat yang mendalam mengenai taktik, kebijakan transfer, dan wewenang manajerial dengan cepat mendorong hubungan antara kedua belah pihak ke ambang kehancuran.
Kepergian Amorim menjerumuskan Manchester United ke dalam krisis baru di awal tahun 2026, klub kini tengah berupaya keras mencari pengganti untuk menstabilkan ruang ganti.
Dalam laga mendatang para penggemar Manchester United sekali lagi akan menyaksikan ketidakstabilan di bangku pelatih, sementara mimpi untuk merebut kembali posisi puncak justru jauh dari kenyataan. **


