KITAINDONESIASATU.COM – Aparat kepolisian melakulan penyelidikan mendalam terhadap kasus penembakan siswi SMP Perintis 28 di Semarang menggunakan air softgun.
Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari saksi dan berusaha mengidentifikasi pelaku.
Penyelidikan ini bertujuan untuk memahami motif di balik tindakan tersebut dan memastikan keamanan di lingkungan sekitar.
Namun, detail lebih lanjut mengenai langkah konkret yang diambil oleh polisi belum dipublikasikan secara luas dalam sumber yang tersedia.
Siswi SMP Perintis 28 Semarang ditembak softgun pria tak dikenal di kamar kosnya di Puspanjolo Selatan.
Malam itu, Rabu 2 Oktober 2024, sekitar pukul 21.45 terdengar teriakan minta tolong, dari salah satu rumah kos di Jalan Puspanjolo Selatan, Kelurahan Bojongsalaman, Semarang Barat.
Jelas sekali, itu teriakan seorang wanita.
Warga yang mendengar suara teriakan minta tolong itu pun langsung mendatangi lokasi.
Usut punya usut, ternyata teriakan itu datang dari gadis berinisial Cla, 14, warga Jalan Semeru Barat, Kelurahan Gajahmungkur, Kota Semarang, yang kos di rumah kos nomor 126.
Saksi pun menuju kamar Cla. Di kamar Cla, terkejut.
Sebab, di dalam ada seorang pria tengah membawa sepucuk pistol.
Belakangan diketahui pistol tersebut adalah softgun.
Pria itu mengancam saksi agar tidak ikut campur dalam urusannya.
Apabila saksi mengalangi akan ditembak. Saksi pun keder. Cla juga tampak ketakutan.
Korban berusaha bersembunyi di kamar mandi.
Namun pria yang membawa softgun itu berhasil membuka paksa pintu kamar mandi.
Lalu, secara membabi buta, pria itu menembak sebanyak 3 kali: Dor…dor…dor..!
Selanjutnya pria itu keluar kamar kos meninggalkan tempat kejadian. Tetanggaya pun segera menolong Cla.
Siswi SMP Perintis 28 Semarang itu ternyata mengalami luka tembakan softgun.
Dua tembakan mengenai lengan kiri dan satu tembakan mengenai perut.
Cla sendiri masih kuat. Ia hanya merintih kesakitan karena perih. Korban terduduk lemas di kamarnya.
Bekas tembakan itu terlihat jelas. Dari gambar yang diperoleh, bekas tembakan softgun itu berupa titik merah.
Kejadian itu pun sampai ke telinga polisi dan langsung mendatangi lokasi kejadian
Ada warga yang melaporkan lewat telepon ke polisi.
Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga butir gotri yang diduga peluru softgun.
Korban sendiri belum membuat laporan secara resmi ke polisi.
Hingga kini, identitas pelaku masih belum diketahui.
Namun ada dugaan pelaku dendam terhadap korban Cla. *
