Berita UtamaNews

Angin Kencang Mengamuk di Tulungagung, 51 Rumah Warga Rusak

×

Angin Kencang Mengamuk di Tulungagung, 51 Rumah Warga Rusak

Sebarkan artikel ini
bekasi ambruk
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM –  Cuaca ekstrem menghantam Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (1/1) sore. Hujan deras yang datang bersamaan dengan angin kencang membuat puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mayoritas di bagian atap.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmadji, mengungkapkan angin kencang berdampak luas di empat kecamatan sekaligus, yakni Besuki, Bandung, Kalidawir, dan Tanggunggunung. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung memicu laporan kebencanaan dari berbagai wilayah.

Data sementara mencatat 51 rumah warga terdampak, dengan kategori kerusakan ringan. Kerusakan paling banyak terjadi pada atap rumah berbahan asbes dan genteng yang tak mampu menahan terjangan angin.

Di Desa Besole, Kecamatan Besuki, tercatat 30 rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, dua rumah warga terdampak di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung. Kerusakan juga terjadi di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, yang mengenai empat rumah. Adapun di Kecamatan Tanggunggunung, angin kencang merusak tiga rumah di Desa Ngrejo dan 12 rumah di Desa Tenggarejo.

Sudarmadji menjelaskan, hingga Jumat (2/12) pagi BPBD telah melakukan asesmen awal terhadap 26 rumah warga. Sisanya masih dalam tahap pendataan lanjutan guna memastikan tingkat kerusakan sebagai dasar pengajuan bantuan.

“Petugas kami sudah turun langsung ke lapangan. Proses asesmen masih berjalan,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, BPBD Tulungagung telah menyalurkan bantuan sementara berupa terpal dan sembako kepada warga terdampak. Terpal digunakan untuk menutup atap rumah yang rusak agar tidak semakin parah saat hujan turun.

“Penanganan ini masih bersifat sementara. Bantuan lanjutan akan diusulkan setelah asesmen selesai,” tegas Sudarmadji.

BPBD Tulungagung pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi bencana, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *