KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mempridiksi terjadinya cuaca ekstrem hingga terjadinya bencana hidrometeorologi periode sealama 10 hari hingga 10 Junuari 2025.
Berdasarkan informasi dari BMKG Juanda sebagian besar wilayah Jawa Timur akan diguyur hujan dan terjadinya petir agar menjadi kewaspadaan masyarakat di Jawa Timur.
Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jatim ini disebabkan adanya aktifnya monsun Asia, melintasnya fenomena gelombang admosfer low frequency dan MJO, kemudian hangatnya suhu muka laut di Selat Madura dan labilnya atmosfir lokal Jatim.
Oleh karena itu BMKG Juanda menghimbau agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak bencana, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang.
“Tetap tenang dan waspada, serta utamakan keselamatan,” tulis akun instagram @infobmkgjuanda, Kamis (1/1/2026).
Di jelaskan saat ini seluruh wilayah Jatim sudah berada pada posisi musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diperkirakan sudah memasuki puncak musim hujan.
Diperkirakan dalam 10 hari ke depan akan menjadi peningkatan cuca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang admosfir Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillations) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turun mendukung pertumbuhan wan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir hingga angin kencang.
BMKG menghimbau masyaralay agar waspada akan terjadinya cuaca yang mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang 10 hari ke depan.
Masyarakat bisa selalu memantau cuaca dari citra radar cuaca WOFI melalui website ini


