KITAINDONESIASATU.COM – Penampilan Persebaya Surabaya tanpa pemain andalan menghadapi pemuncak klasemen Borneo FC pada laga pekan ke-15 kemarin memiliki poin tersendiri bagi Diego Mauricio.
Diego Mauricio yang menjadi penyerang Persebaya untuk kali pertama musim ini ditunjuk menjadi starter oleh Asisten Pelatih Persebaya, Shin Sang-gyu yang mengarsiteki Bajol Ijo dalam laga itu.
Strategi yang dimainkan tim pelatih yang dikomando Shin Sang-gyu ternyata cukup efektif dengan hasil yang tidak mengecewakan meskipun dengan hasil berbagi poin di antara kedua tim.
Persebaya yang ditinggal banyak pemain penting mampu masih menahan 2-2 sang pemuncak klasemen sementara Borneo FC, hebatnya Green Force lebih mendominasi peluang.
Dari catatan statistik Persebaya berhasil menciptakan delapan shot on goal, sedangkan Borneo menciptakan 4 tembakan ke gawang Persebaya.
Satu gol Borneo pun lahir dari kesalahan Leo Lelis yang salah dalam mengantisipasi crossing sehingga masuk ke gawang sendiri, ini menjadi catatan tersendiri dari peluang yang diciptakan.
Coach Shin Sang-gyu kepada wartawan memberikan kredit khusus kepada Diego, pergerakan tanpa bola, duel bola atas, juga penetrasinya dalam membantu pressing, membuat lini depan Persebaya lebih membahayakan.
Diego Mouricio pun kemudian mendapat pujian dan apresiasi dan Shin yang mampu memberikan nuansa yang berbeda dan kontribusi striker asal Brasil itu sangat terasa, khususnya dalam membuat pergerakan dan ruang untuk meningkatkan daya gedor perlawanan.
Situasi itu bisa membuka ruang untuk winger dan gelandang Green Force serta suasana line depan lebih hidup sehingga tercipta banyak peluang, hingga mampu menghasilkan dua gol.
”Diego adalah pemain yang berpengalaman. Kami sudah tahu kualitasnya, terutama pergerakannya yang tajam di dalam kotak penalti. Ia juga berkontribusi dalam proses terjadinya gol,” puji Coach Shin.
Dengan performa tadi malam, Coach Shin yakin Diego akan lebih baik lagi dalam pertandingan ke depan, khususnya nanti saat melawan Madura United di pekan berikutnya.
”Kami memang mengharapkan kontribusi seperti itu. Diego juga menunjukkan bahwa ia lapar dan termotivasi. Ketika pemain memiliki rasa lapar, mereka akan berusaha semaksimal mungkin di pertandingan,” tandasnya. **

