Berita UtamaNews

Aksi Main Hakim Sendiri! Enam Pria Diduga Pencuri Nyaris Tewas Usai Diamuk Masa di Sidoarjo

×

Aksi Main Hakim Sendiri! Enam Pria Diduga Pencuri Nyaris Tewas Usai Diamuk Masa di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Pria nyaris tewas (Istimewa)
Pria nyaris tewas (Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COMAksi main hakim sendiri nyaris tewas enam pria yang diduga sebagai komplotan pencuri di kawasan pertambakan Dusun Dadapan, Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (19/12/2025).

Keenam pria tersebut menjadi sasaran kemarahan warga setelah tertangkap tangan berada di area tambak yang selama ini rawan pencurian kayu pintu air atau laban.

Kronologi Enam Pria Nyaris Tewas di Sidoarjo Nyaris Tewas

Peristiwa ini dipicu akumulasi keresahan para petambak yang berulang kali kehilangan laban, komponen penting dalam pengaturan sirkulasi air tambak bandeng dan udang.

Kehilangan alat tersebut berisiko besar menyebabkan gangguan produksi hingga gagal panen, sehingga emosi warga pun memuncak saat para terduga pelaku tertangkap.

Berdasarkan keterangan kepolisian, keenam terduga pelaku diketahui berasal dari wilayah Pasuruan. Saat diamankan warga di lokasi kejadian, tidak satu pun dari mereka membawa kartu identitas.

Akibat amukan massa, seluruhnya mengalami luka-luka cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait adanya korban meninggal dunia tidak benar.

Seluruh terduga pelaku dipastikan masih hidup dan berada dalam penanganan medis. Aparat juga telah mengamankan situasi serta mencegah aksi lanjutan dari warga.

Kejadian ini menjadi gambaran tingginya kerawanan di kawasan pertambakan Sedati, di mana pencurian alat tambak kerap memicu konflik horizontal.

Meski memahami keresahan warga, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pencurian alat tambak di wilayah tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *