Berita Utama

Pemkab Tangerang Klaim Biaya Rakor di Bandung Hanya Rp 900 Juta, Bayar EO Rp 400 Juta

×

Pemkab Tangerang Klaim Biaya Rakor di Bandung Hanya Rp 900 Juta, Bayar EO Rp 400 Juta

Sebarkan artikel ini
rakorkabtang
Suasana Rakor Pemkab Tangerang di Bandung. Ist

KITAINDONESIASATU.COM-Ketua Panitia Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang Fahmi Faisuri—yang juga menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang, mengklaim berhasil menghemat biaya rakor dari semula Rp 4 Miliar menjadi Rp 900 juta.

Rakor yang berlangsung 11-13 Desember 2025 di Hotel Holiday Inn, Bandungdiakhir dengan dengan konser privat band Repvblik. Sedangkan biaya untuk event organizer (EO) yang mengemas dan mengerjakan semua kegiatan rakor mendapat imbalam Rp 400 juta.

Biaya yang digelontor untuk rakor tersebut, menunjukan bahwa Pemkab Tangerang tidak sensitif di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan masih banyaknya persoalan pelayanan dasar di daerah.

Fahmi menyebut, rakor di Bandung merupakan penggabungan empat kegiatan. Seluruh proses pengadaan, termasuk hotel dan EO, dilakukan melalui e-katalog—dan lokasi Bandung sudah direncanakan sejak awal tahun. “Kalau dihitung secara keseluruhan, nilainya bisa miliaran rupiah. Tapi yang kami gunakan hanya sekitar 25 persen,” tegasnya, seperti dilansir Lensametro.com, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga  BMKG: Jakarta Cerah Berawan pada Rabu 25 Maret 2026

Dari total anggaran yang awalnya Rp 4 miliar untuk kegiatan itu, setelah dilakukan efisiensi hanya terpakai Rp 900 juta. Rinciannya: Rp400 juta untuk hotel full day selama dua hari tiga malam, Rp 400 juta untuk EO, dan Rp 100 juta untuk dekorasi.

Fahmi siap menerima koreksi bahkan sanksi jika kegiatan tersebut dianggap keliru. “Saya minta maaf kepada masyarakat. Kalau apa yang kami lakukan salah, saya pasti minta maaf. Masyarakat itu tuannya kami,” ujar Fahmi.

Mengenai penampilan Band Repvblik dalam rangkaian acara tersebut, Fahmi mengaku memahami apabila masyarakat menganggap biaya yang dikeluarkan untuk band itu besar. “Honornya tidak dokenkan tarif komersial. “Yang saya dengar tarifnya murah. Cuma untuk transport dan makan, karena mereka kenal,” ujar Fahmi.

Baca Juga  Widiyanti Putri Wardhana, Bekal Pengusaha Majukan Pariwisata

Fahmi mengklaim, event organizer (EO) yang menggarap seluruh rangkaian kegiatan di Bandung memiliki kedekatan dengan para personel band Repvblik. EO mencari jadwal artis yang tersedia pada hari itu. “Akhirnya dapat Repvblik. Harga teman. Kehadiran Repvblik sepenuhnya merupakan urusan EO yang menjadi penanggung jawab rangkaian acara,” kilahnya.

Soal informasi bahwa EO yang ditunjuk merupakan rekanan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Fahmi enggan menjawab. “Saya sih tidak kenal ya. Bahkan sedalam itu ya. Cuma saya lihat profesional,” kata dia.

Fahmi juga menjawab polemik yang sempat memanas setelah video konser yang diunggah Repvblik di media sosial, lalu dihapus tak lama setelahnya. Tidak ada permintaan dari Pemkab Tangerang untuk menghapus unggahan tersebut.

Baca Juga  Senyum Jessica Kumala Wongso

“Saya tidak pernah kontak-kontak Repvblik. Dan tidak kenal mereka juga. Tapi Repvblik juga kalau sudah sempat mengunggah, berarti dia merasa itu suatu yang pantas mereka unggah di Instagram mereka. Artinya, itu ada kebanggaan yang berarti,” kata Fahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *