KITAINDONESIASATU.COM – Sarapan sering dianggap sekadar pengganjal perut. Padahal, kesalahan kecil di pagi hari bisa membuat pankreas bekerja ekstra keras.
Ketika sarapan dilewatkan, dikonsumsi terlalu cepat, atau didominasi gula serta pati putih, tubuh dipaksa memproduksi insulin dalam jumlah besar.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu lonjakan gula darah, kenaikan berat badan, hingga resistensi insulin. Kombinasi faktor tersebut dikenal sebagai pintu masuk menuju diabetes tipe 2.
Berbagai studi berskala besar juga menemukan adanya hubungan kuat antara kebiasaan sarapan dan risiko diabetes, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, sebagaimana dilaporkan Verywell Health dari Amerika Serikat.
Agar risiko tersebut dapat ditekan, berikut kebiasaan sarapan yang sebaiknya dibatasi:
1. Sarapan Tinggi Pati Putih dan Minim Serat
Roti putih, nasi ketan, bihun, mi, atau pho yang dikonsumsi tanpa cukup sayuran masih menjadi menu favorit banyak orang. Pola ini membuat sarapan didominasi pati putih.





