Berita UtamaSosok

Kisah Sukses Micky Mulyadi, Pengrajin Bambu Bogor yang Menembus Pasar Internasional

×

Kisah Sukses Micky Mulyadi, Pengrajin Bambu Bogor yang Menembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
1000542579
Micky Mulyadi terus berinovasi dalam dunia kerajinan bambu. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM – Kecintaan Micky Mulyadi terhadap bambu tidak pernah luntur, meski telah lebih dari tujuh tahun ia mendedikasikan diri untuk berkarya dari bahan alam tersebut.

Di sebuah workshop sederhana yang terletak di RT01/05, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Micky terus menghadirkan karya-karya luar biasa dari bambu, mulai dari produk sederhana seperti tempat korek api hingga karya yang lebih kompleks seperti miniatur Kapal Layar Pinisi.

“Saya sangat menikmati proses kreatif dalam mengolah bambu. Banyak hal yang bisa dihasilkan, mulai dari produk kecil hingga karya besar seperti kapal miniatur,” ungkap Micky, Selasa 1 Oktober 2024.

Tidak hanya mengandalkan tangan terampil, Micky juga memanfaatkan teknologi modern dalam proses produksinya.

Di antara peralatan yang dimilikinya, terdapat mesin CNC Zaiku LS-6040, yang digunakan untuk memotong dan mengukir bambu dengan presisi menggunakan sinar laser. Mesin ini merupakan hasil bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor. “Mesin ini sangat membantu dalam menghasilkan produk yang lebih detail dan cepat,” jelasnya.

Berbagai karya Micky kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Sumatera Barat, Bali, hingga Papua. Bahkan, pesanan dari luar negeri seperti Belanda dan Kairo mulai berdatangan. Produk unggulannya, mug dan tumbler bambu, semakin diminati konsumen karena sifatnya yang ramah lingkungan. “Kebanyakan pesanan dari Belanda dan Kairo itu berupa botol air minum atau tumbler,” katanya.

Dalam sebulan, Micky mampu memproduksi hingga 100 tumbler, dengan bahan utama bambu tali dan bambu hitam, yang menurutnya lebih mudah dibentuk karena teksturnya yang lentur namun kuat. “Bambu tali dan hitam lebih lembut dan liat, jadi cocok untuk berbagai bentuk kerajinan,” tambah Micky.

Meskipun workshopnya terbilang sederhana, hanya berukuran sekitar 10 x 4 meter, Micky tetap berusaha memenuhi pesanan dari berbagai daerah. Dengan alat-alat seperti bandsaw, mesin bubut, mesin bor duduk, hingga mesin CNC, ia mampu menghasilkan produk-produk berkualitas yang tetap menjaga esensi dari bahan bambu.

Selain memproduksi kerajinan, Micky juga aktif berbagi ilmunya. Ia kerap menjadi instruktur dalam berbagai pelatihan pengolahan bambu yang diselenggarakan di beberapa kota di Pulau Jawa. “Saya senang bisa berbagi ilmu dengan orang lain, terutama dalam hal mengolah bambu. Ini juga salah satu cara saya untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

Meski kini pemasaran online sudah menjadi tren, Micky mengaku masih fokus pada cara konvensional. “Saya belum terlalu berani masuk ke aplikasi seperti Shopee, karena belum ada tim yang siap untuk itu. Tapi kalau nanti SDM sudah cukup, tentu saya akan segera memanfaatkannya untuk meningkatkan penjualan,” ungkap Micky optimis.- ***(Nicko)

Editor: Aam Permana S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *