KITAINDONESIASATU.COM – Cacar air adalah penyakit infeksi yang umum terjadi, terutama pada anak-anak, namun orang dewasa juga bisa terkena. Meski biasanya tidak berbahaya, cacar air bisa membuat tubuh sangat tidak nyaman: gatal, demam, hingga munculnya ruam berair yang menyebar di seluruh tubuh.
Di masa penyembuhan, apa yang Anda makan ikut menentukan seberapa cepat kondisi membaik. Salah konsumsi makanan justru bisa memperparah gatal, memperlambat pemulihan, atau membuat tubuh semakin lelah.
Untuk membantu proses penyembuhan, berikut makanan yang tidak boleh dimakan saat cacar air beserta alasannya penting untuk diketahui agar Anda atau anak cepat pulih.
Apa Saja Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Saat Cacar Air?
- Makanan Tinggi Lemak dan Digoreng
Gorengan, fast food, ayam goreng, hingga makanan bersantan berat adalah jenis makanan yang sebaiknya dihindari.
Saat cacar air, tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi. Makanan tinggi lemak membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat sehingga energi tubuh terpecah, bukan fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan.
Selain itu, makanan yang berminyak juga dapat memicu peradangan internal dan membuat kulit lebih mudah iritasi. Jika ruam terasa makin gatal setelah makan gorengan, itu tanda tubuh tidak cocok.
Contoh makanan yang perlu dihindari:
- tempe goreng, bakwan, ayam crispy
- burger, kentang goreng
- gulai bersantan, kari berminyak
- Makanan Pedas
Makanan pedas akan memperparah iritasi jika cacar air sudah menyebar ke mulut atau tenggorokan. Banyak penderita cacar air mengalami lesi kecil di area tersebut tanpa disadari, sehingga ketika makan pedas, sensasinya akan sangat perih.
Selain itu, makanan pedas juga dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu keringat berlebih. Keringat dapat mengiritasi kulit yang sedang terkena ruam.
Contoh yang harus dihindari:
- sambal, ayam geprek pedas
- bakso pedas, mie pedas
- makanan ber-bumbu cabai berlebihan
- Makanan Asam
Makanan asam memiliki efek serupa dengan makanan pedas—mengiritasi mulut dan tenggorokan yang sensitif. Jika muncul luka cacar di sekitar area tersebut, makanan asam bisa membuat rasa sakit meningkat dan membuat anak malas makan.
Yang lebih berbahaya, jika asupan nutrisi menurun, proses penyembuhan pun jadi semakin lambat.
Contoh makanan asam yang sebaiknya dihindari:
- jeruk, lemon, grapefruit
- nanas
- asinan, acar
- tomat dan makanan berbahan tomat pekat
- Makanan Manis Berlebihan
Saat cacar air, kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh dapat memperlambat regenerasi sel dan memperburuk peradangan. Itu sebabnya makanan dan minuman manis sebaiknya dibatasi.
Gula juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama melawan virus varicella-zoster penyebab cacar air.
Contoh makanan yang sebaiknya dikurangi:
- coklat, wafer, permen
- kue manis, pastry
- teh manis, susu kental manis
- minuman kemasan tinggi gula
Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tapi pastikan porsinya sangat terbatas dan tidak menjadi makanan utama.
- Makanan yang Memicu Alergi atau Gatal
Ini sangat penting, terutama pada anak. Beberapa makanan dapat meningkatkan histamin dalam tubuh yang menyebabkan rasa gatal semakin parah.
Telur sering disebut sebagai pemicu, walau ini tidak berlaku untuk semua orang. Namun jika sebelumnya Anda memiliki riwayat sensitif terhadap telur atau seafood, lebih baik hindari selama cacar air.
Contoh makanan pemicu gatal:
- telur (pada orang tertentu)
- udang, cumi, kepiting
- kacang-kacangan tertentu bila sebelumnya menimbulkan alergi
Jika setelah mengonsumsi salah satunya ruam terasa makin gatal, hentikan dan pantau kondisinya.
- Makanan atau Minuman yang Terlalu Panas
Makanan panas tidak berbahaya secara langsung, namun dapat mengiritasi tenggorokan jika terdapat luka cacar di dalam mulut. Rasa panas dapat memicu sensasi perih dan tidak nyaman sehingga membuat penderita malas makan.
Biarkan makanan hangat atau suhu normal untuk mencegah iritasi tambahan.
- Makanan Mengandung Gluten (Jika Sensitif)
Gluten bukan pantangan universal, tetapi pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas gluten, konsumsi makanan seperti roti putih, mie gandum, atau pastry dapat memicu peradangan di tubuh. Peradangan ini bisa memperlambat penyembuhan luka cacar.
Jika Anda tidak memiliki sensitivitas gluten, poin ini bisa diabaikan. Namun jika sebelumnya pernah mengalami masalah pencernaan akibat gluten, sebaiknya hindari sementara.
- Minuman Berkafein dan Bersoda
Selama cacar air, hidrasi sangat penting. Tubuh membutuhkan cairan untuk menurunkan demam, mengganti cairan tubuh, dan mempercepat pemulihan kulit.
Sayangnya, minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, atau minuman energi bersifat diuretik, sehingga membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Dehidrasi dapat membuat gejala cacar air semakin parah.
Begitu pula soda dan minuman berkarbonasi: tinggi gula, rendah nutrisi, dan dapat mengiritasi tenggorokan.
Minuman yang harus dihindari:
- kopi
- teh hitam atau hijau pekat
- minuman energi
- soft drink atau soda manis
Tips Agar Cacar Air Cepat Sembuh
Selain menghindari makanan pantangan, Anda bisa mempercepat proses pemulihan dengan cara berikut:
- Banyak Minum Air
Air putih membantu menurunkan demam dan mempercepat proses detoks tubuh.
- Konsumsi Makanan Tinggi Nutrisi
Pilih makanan mudah dicerna seperti: sup bening, sayuran rebus, buah rendah asam (pisang, pepaya, apel), oatmeal, ikan kukus.
- Istirahat Cukup
Tidur dan istirahat adalah kunci tubuh pulih lebih cepat.
- Jaga Kebersihan Kulit
Mandi air hangat (bukan panas) dan gunakan sabun lembut. Hindari menggaruk karena dapat meninggalkan bekas.
Mengetahui makanan yang tidak boleh dimakan saat cacar air sangat penting untuk mempercepat pemulihan. Hindari makanan pedas, asam, manis berlebihan, gorengan, serta makanan pemicu alergi. Gantilah dengan makanan bergizi, mudah dicerna, dan kaya vitamin untuk membantu tubuh melawan infeksi lebih cepat.
Merawat pola makan yang tepat dapat membuat gatal berkurang, energi membaik, dan ruam lekas mengering.




