Sosok

Lim Hariyanto Orang Terkaya Memulai Binis dari Toko Kelontong

×

Lim Hariyanto Orang Terkaya Memulai Binis dari Toko Kelontong

Sebarkan artikel ini
Lim hariyanto
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Lim Harianto mungkin Anda sudah mengenalnya, dialah pemilik perusahaan konglomerasi Harita Group, berusia 96 tahun menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Perjalanan hidupnya dimulai dari mengembangkan usaha toko kelontong yang dirintis ayahnya di pinggiran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Dia belajar banyak dari nol berjualan bersama ayahnya dari sebuah toko kelontong hingga berbisnis ke penjualan kayu di Kalimantan pada waktu itu.

Melalui Harita Grup Lim Harianto kini memiliki saham mayoritas grup yang memproduksi kelapa sawit dan sudah terdaftar di bursa saham Singapura, yakni Bumitama Agri.

Selain itu, pria ini juga pemilik saham mayoritas perusahaan pertambangan Bauksit yang terdaftar di bursa dengan nama Cita Mineral Investindo.

Lalu siapa sosok Lim Hariyanto itu?
Dia bernama lengkap Lim Hariyanto Wijaya Sarwono yang kini sudah berusia 96 tahun, dia putra dari Lim Tju King.

Lim Harianto memiliki seorang istri bernama Rita Indriawati, dari pernikahannya dianugerahi 7 orang anak.

Dari tujuh anaknya, dua di antaranya memegang posisi vital di Harita Grup, anaknya bernama Lim Gunawan Hariyanto menjadi CEO di Bumitama Agri.

Kemudian anak perempuannya bernama Lim Cristina Hariyanto menjadi Presiden Komisaris Harita Kencana Sekuritas dan Direktur Eksekutif Bumitama Agri.

Dalam dunia pendidikan Lim Hariyanto begitu memperhatikan, diakhir usia 60 tahun-an menempuh gelar Doktor Administrasi Bisnis di Universitas Shanghai Jiao Tong dan lulus tahun 2005 saat usianya menginjak 70 tahun.

Ayah dari Lim Hariyanto, Lim Tju King bermigrasi dari Provinsi Fujian, China kemudian mengembara ke Indonesia tepatnya di Kalimatan Timur dengan bekerja serabutan di sana.

Pria ini kemudian membuka usaha toko kelontong di salah satu desa di Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, Indonesia.

Mereka membuat usaha kecil-kecilan di pinggiran Sungai Mahakam yang mengalir di wilayah Kutai Barat, Kalimatan Timur pada tahun 1915.

Dengan bekerja keras dan usahanya yang gigih Lim Tju King berhasil mengembangkan toko kelontong dengan mengembangkan usaha lain, dan sukses dijalaninya.

Kesuksesan ayahnya berupa berbagai usaha itu kemudian diwariskan ke anaknya Lim Hariyanto, yang terus dikembangkan dan sukses di daerah itu.

Sepeninggal ayahnya kemudian Lim Hariyanto mengambil alih usah orang tuanya Lim Tju King dan memulai bisnis kayu pada tahun 1980 an dengan sukses.

Singkat cerita, pria kelahiran 5 Februari 1956 ini, bersama anaknya Lim Gunawan Hariyanto, kemudian mengembangkan bisnis kayu di bawah bendera Harita Grup.

Perusahaan ini kemudian menjual kayu log (kayu gelondongan) hingga kayu lapis dengan nama PT Tirta Mahakam Resources, yang membuat produk kayu lapis di Jakarta tahun 1999.

Sementara nama usaha Harita Grup sendiri berasal dari nama Hariayanto dan istrinya Rita Indriawati.

Usaha bisnis Harita Grup terus berkembang dan tidak terbatas pengolahan kayu saja, tapi juga pada merambah berbagai usaha lain dari pertambangan, kelapa sawit hingga properti.

Dilansir dari laman channel YouTube Peduli Kesehatan Mental menyebutkan Lim Hariyanto berhasil merambah keberbagai sektor seperti pertambangan nikel dan bauksit, smelter ferrnikel, penyulingan alumunia, perkebunan kelapa sawit, ekspedisi, batu bara dan property.

Lim Hariyanto diketahui memiliki saham mayoritas di Bumitama Agri merupakan perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di bursa saham Singapura pada tahun 1996.

Perusahaan ini memiliki perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Harita Grup juga memiliki saham mayoritas mencapai 60 persen diperusahaan pertambangan bauksit dan terdaftar di bursa yakni PT CIta Mineral Investindo Tbk (CITA) melalui nama Harita Jayaraya.

Selain itu Hari Graup juga memiliki perusahaan pemrosesan nikel terintegrasi yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk.

Pada tahun 2023 majalah internasional Forbes menempatkan Lim Hariyanto sebagai orang terkaya ke-9 di Indonesia dengan kekayaan mencapai $4,8 miliayar dollar atau sekitar 68,07 triliun dengan perhitungan kurs Rp16 ribu per $1 dollar AS. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *