KITAINDONESIASATU.COM – Insiden kecelakaan di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, kembali menjadi sorotan setelah muncul pengakuan sopir mobil MBG yang mengendarai kendaraan logistik tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan siswa dan satu guru mengalami luka-luka.
Dalam pengakuan sopir mobil MBG, ia menuturkan bahwa dirinya tidak sengaja menekan pedal gas ketika berniat mengerem. Kesalahan itu memicu kendaraan melaju tanpa kendali ke arah halaman sekolah.
Pengakuan sopir mobil MBG juga mengungkap bahwa ia merasa rem kendaraan tidak bekerja optimal, yang membuatnya panik dan kehilangan kendali sesaat sebelum tabrakan terjadi.
Mobil sempat menabrak pagar sekolah sebelum menghantam kerumunan siswa yang sedang beraktivitas di lapangan.
Sebanyak 20 orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Terdiri dari 19 siswa serta satu guru.
Para korban dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi mobil kini diperiksa secara menyeluruh oleh aparat kepolisian. Pemeriksaan fokus pada sistem pengereman dan kemungkinan kelalaian pengemudi.
Polisi juga menggali keterangan dari pihak sekolah serta saksi mata yang berada di lokasi.
Pemerintah daerah memastikan semua biaya perawatan korban akan ditanggung sepenuhnya.
Kejadian ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi program makanan bergizi.
Penyelenggara program menekankan pentingnya seleksi pengemudi yang lebih ketat.
Selain itu, pengecekan rutin kendaraan operasional diinstruksikan untuk diperketat.
Insiden ini memicu diskusi publik mengenai keselamatan pengiriman logistik sekolah.
Hasil penyelidikan lanjutan akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.

