NewsBerita Utama

Ide Patungan Beli Hutan untuk Menjaga agar Tidak Rusak, Mulai Bergema di Sosial Media

×

Ide Patungan Beli Hutan untuk Menjaga agar Tidak Rusak, Mulai Bergema di Sosial Media

Sebarkan artikel ini
banjir sumatera
banjir dan longsor di sumatera akibatkan ratusan korban jiwa. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Bencana di yang terjadi di Sumatera benar-benar menjadi keprihatinan banyak pihak seluruh lapiran masyarakat.

Banjir bandang paling parah terjadi di Aceh, kemudian Sumatera Barat dan Sumatera Utara menjukkan kondisi alam di Indonesia tidak baik-baik saja.

Kerusakan terjadi lantaran terjadinya deforestasi berlebihan membuat alam kehilangan sitem pertahanan sendiri hingga daya serap air menurun.

Penyebab banjir memang terjadinya kerusakan hutan dan alam akibat pembalakan hutan berlebihan penambangan yang berlebihan, di samping adanya cuaca extrem yang berkaitan erat dengan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Bencana besar di Sumatera yang memperlihatkan gelondongan kayu besar hanyut bersama banjir telah membuka mata banyak pihak terhadap kerusakan lingkungan.

Berawal dari lamunan, inisiasi Pandawara Group untuk patungan membeli hutan agar tidak dialihfungsikan kini disambut serius!

“Lagi Ngelamun…tiba-tiba aja kepikiran gimana kalo masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan agar tidak dialihfungsikan,” ujar unggahan @pandawaragroup yang mendapat respon serius para netizen.

Tujuan dari unggahan ini sebenarnya sederhana, namun berdampak besar yakni menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan tidak terus-menerus rusak akibat eksploitasi.

Gagasan ini kemudian mendapat respon positif dari salah satu penyanyi Denny Caknan yang siap menyumbang Rp1 miliar.

“Mungkin terlihat tidak mungkin. Terlihat ngawur. Tp kalo di pikir pikir masuk akal juga lamunan nya. Walaupun aku gak iso mikir cara belinya gimana šŸ«„ā€¦@pandawaragroup adalah simbul keperdulian kita terhadap lingkungan .
… Saya hanya seniman daerah yang sedikit membantu mimpi pandawara dan untuk indonesia,” tulisnya.

Selain itu juga juga jebolan MasterChef Indonesia, King Abdi yang juga berencana menyumbang Rp500 juta.

Tak hanya dukungan dari para selebritas di atas namun dukungan juga muncul dari publik figur hingga masyarakat luas yang menunjukkan bahwa isu lingkungan kini bukan milik segelintir orang, tetapi inisiatif Pandawa demi kebaikan menjadi simbul menjaga hutan dan alam untuk tanggungjawa kita bersama.

Ide ini bukan perkara mudah, meskipun gelombang donasi terus bergerak memperlihatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat luas untuk membeli untuk perlindungan hutan secara legal kepada negara.

Hutan-hutan yang terancam umumnya memiliki status hukum yang komplek mulai dari Hutan Produksi, Hutan Konservasi hingga hutan milik yang dikuasai korporasi atau masyarakat adat.

Perlu bekerjasama dengan ahli hukum, Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *