News

Fakta Baru Kematian Sopir Truk di Bantar Gebang

×

Fakta Baru Kematian Sopir Truk di Bantar Gebang

Sebarkan artikel ini
pramono2
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi di TPST Bantar Gebang kembali menggemparkan publik. Seorang sopir truk sampah berinisial W dinyatakan meninggal dunia saat mengantre membuang muatan, dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo akhirnya buka suara soal penyebabnya.

Pramono mengungkapkan bahwa laporan yang ia terima menunjukkan sang sopir memang mengidap penyakit jantung, sehingga insiden tersebut bukan hanya persoalan antrean panjang.

“Saya dapat laporan langsung dari Wali Kota Jakarta Selatan. Yang bersangkutan terindikasi punya riwayat jantung,” ujarnya di Jakarta Utara, Senin (8/12).

Pramono memastikan keluarga korban telah diberikan perhatian penuh, termasuk santunan dan hak BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa penanganan sudah berjalan dan terus ia pantau langsung.

Dari pihak Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, ditegaskan bahwa jam kerja sang sopir sudah sesuai aturan, yakni tidak melebihi 40 jam per Minggu sebagaimana ketentuan undang-undang. Namun mereka mengakui faktor eksternal seperti cuaca dan kemacetan sering menjadi penyebab jam kerja menjadi tidak ideal.

Untuk mencegah kejadian serupa, Sudin LH berencana mendorong pengadaan tempat istirahat layak di TPST Bantar Gebang demi keselamatan para petugas.

 “Kami sangat setuju dengan saran itu,” kata Kepala Sudin LH Jaksel, Dedy Setiono.

Usai kejadian, Sudin LH Jaksel juga langsung bergerak cepat menangani pemakaman almarhum, mulai dari proses awal hingga pasca pemakaman.

Selain itu, seluruh jajaran melakukan penggalangan dana dan membantu proses pencairan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk asuransi kematian dan beasiswa untuk anak korban. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *