Otomotif

Honda Prelude Bangkit: Performa Hibrida yang Padukan Efisiensi dan Adrenalin

×

Honda Prelude Bangkit: Performa Hibrida yang Padukan Efisiensi dan Adrenalin

Sebarkan artikel ini
prelude
honda prelude mulai dipasarkan di indonesia. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Honda Prelude, sang legenda sport coupe era ’90-an, kembali hadir dalam wujud generasi keenam yang sepenuhnya baru dengan mengusung teknologi hibrida (e:HEV). Performa mobil ini dirancang untuk menjadi sportscar harian yang memadukan efisiensi bahan bakar dengan sensasi berkendara yang sporty.

Prelude terbaru ditenagai oleh mesin bensin 2.0 liter DOHC 4-silinder yang dipadukan dengan dua motor listrik. Konfigurasi ini menghasilkan total output sistem sekitar 203 hingga 207 tenaga kuda (PS). Sistem penggerak roda depan (FWD) ini mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama pada kecepatan rendah (mode Comfort), memberikan akselerasi yang senyap dan responsif.

Karakter Prelude berubah drastis ketika beralih ke mode Sport. Transmisi e-CVT yang dilengkapi fitur S+ Shift memungkinkan simulasi perpindahan hingga delapan percepatan melalui paddle shift, memberikan respons instan dan suara mesin yang lebih agresif.

Bahkan, performa handling-nya ditingkatkan dengan sasis yang berbagi komponen dengan Civic Type R, termasuk suspensi depan Dual-Axis Strut dan rem Brembo, menjanjikan stabilitas maksimal saat bermanuver cepat.

Mobil ini menawarkan paket komplit: kenyamanan grand tourer untuk perjalanan jauh berkat suspensi adaptif, namun tetap mempertahankan DNA sporty Honda yang memikat para penggemar kecepatan.

Baca Juga  New Honda Forza: Skutik Premium dengan Performa Mesin eSP+ yang Responsif

Honda Prelude generasi terbaru, yang kembali hadir dengan teknologi hybrid, mulai dijual di Indonesia meskipun belum resmi diluncurkan oleh APM (PT Honda Prospect Motor).

Importir umum (IU), Ivan’s Motor, membanderol sport coupe legendaris ini dengan harga Rp1,65 miliar off the road. Di Jepang, model ini dijual sekitar Rp682 jutaan, namun harga jual di Indonesia melonjak signifikan karena pajak impor.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *