Hukum

KPK Telusuri Lahan Jalur Whoosh, Dugaan Korupsi dan Mark Up Kian Menguat

×

KPK Telusuri Lahan Jalur Whoosh, Dugaan Korupsi dan Mark Up Kian Menguat

Sebarkan artikel ini
Gedung KPK
Gedung KPK (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini bergerak agresif menelusuri lahan di sepanjang rute kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam penyelidikan dugaan korupsi jumbo di tubuh PT KCIC.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa lembaganya tengah mengupas satu per satu lokasi di sekitar rel Whoosh yang jumlahnya banyak dan luas, terutama area-area yang diduga menyimpan kejanggalan.

Tak hanya itu, KPK juga sedang membedah status tanah di sekitar Stasiun Halim—yang dikaitkan dengan kepemilikan TNI Angkatan Udara.

“Masih kami dalami, apakah tanah di Halim itu benar milik TNI AU atau bukan. Ini belum final,” ujar Setyo, di Jakarta, Rabu (3/12).

Isu makin panas setelah mantan Menko Polhukam Mahfud MD, lewat video YouTube pada 14 Oktober 2025, membongkar dugaan mark up biaya pembangunan Whoosh hingga tiga kali lipat.

Menurutnya, biaya pembangunan di Indonesia mencapai USD 52 juta/km, sementara di China hanya USD 17–18 juta/km.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?,” kata Mahfud dalam video itu.

Setelah itu, Mahfud dan KPK saling lempar respons. KPK sempat meminta Mahfud melaporkan dugaan tersebut secara resmi pada 16 Oktober 2025. Kini, Mahfud menegaskan siap dipanggil untuk memberikan keterangan.

Hingga akhirnya, KPK memastikan bahwa dugaan korupsi proyek Whoosh sudah naik ke tahap penyelidikan sejak awal 2025, dan penelusuran lahan kini menjadi fokus besar untuk membuka konstruksi kasus yang disebut-sebut berlapis kepentingan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *