KITAINDONESIASATU.COM – Proses pencarian dan evakuasi korban bencana banjir bandang serta tanah longsor di Sumatera terus mengungkap data korban jiwa yang memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu sore, 3 Desember 2025, mengeluarkan koreksi data terbaru setelah melakukan validasi di posko terpadu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengumumkan bahwa total korban meninggal dunia yang telah tervalidasi dan terverifikasi mencapai 770 jiwa. Angka ini sedikit terkoreksi dari laporan sebelumnya yang sempat menyentuh 807 jiwa. Sementara itu, jumlah korban hilang dan masih dalam pencarian tercatat sebanyak 463 jiwa.
Sebanyak 2.600 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di berbagai fasilitas kesehatan. Jumlah warga yang mengungsi juga terus bertambah, kini mencapai 582.500 orang yang tersebar di lebih dari 50 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus berupaya maksimal untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur, termasuk 299 jembatan yang rusak parah. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban hilang dan memastikan pasokan logistik tiba di lokasi pengungsian.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memerintahkan semua kekuatan negara untuk membantu bencana Sumatera. Dirinya sempat menengok para pengungsi korban banjir dan tanah longsor itu di Sumatera Utara dan Aceh. (*)

