KITAINDONESIASATU.COM – Bintang pop Amerika Sabrina Carpenter—yang kini banyak disebut sebagai ikon pin-up modern—menyatakan ketidaksukaannya setelah mendapati musiknya dipakai oleh pihak pemerintahan Trump tanpa izin.
Media asing seperti Associated Press melaporkan pada 2 Desember (waktu setempat) bahwa Carpenter mengecam unggahan yang memperlihatkan agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menggunakan lagunya “Juno” dalam video penindakan imigrasi ilegal yang diunggah Gedung Putih di media sosial.
Ia menyebut penggunaan tersebut sebagai tindakan “jahat dan menjijikkan.”
Carpenter bahkan menegaskan, “Jangan pernah gunakan saya atau lagu saya untuk kebijakan yang tidak manusiawi.”
Dalam video itu, Gedung Putih menampilkan lirik dari “Juno” termasuk bagian “Have you ever tried this one?” hingga frase “Sexual freedom.”
Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, ketika dimintai tanggapan media lokal, menyinggung album terbaru Carpenter Short n’ Sweet yang juga memuat lagu tersebut.



