KITAINDONESIASATU.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa sebanyak 286 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga provinsi di Sumatera telah dialihfungsikan menjadi dapur umum darurat untuk melayani kebutuhan pangan para korban bencana banjir dan longsor. Pengalihan fungsi ini berlaku di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat ini merupakan wujud hadirnya pemerintah di tengah situasi krisis. Fasilitas dapur yang awalnya digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini langsung dioptimalkan setelah sekolah-sekolah diliburkan akibat bencana.
“Total 286 SPPG ini berada dalam status on duty dan langsung melayani para pengungsi di tiga provinsi tersebut,” ujar Dadan dikutip Selasa 2 Desember 2025.
Secara rinci, alih fungsi ini melibatkan 173 SPPG di Sumatera Utara, 55 SPPG di Aceh, dan 41 SPPG di Sumatera Barat. Berdasarkan data terkini, dapur-dapur ini melayani hingga ratusan ribu penyintas, dengan total distribusi paket makanan yang sudah mencapai ratusan ribu porsi sejak hari pertama bencana.
Dadan menambahkan, kemampuan SPPG untuk beroperasi cepat di tengah situasi darurat membuktikan pentingnya infrastruktur pelayanan gizi yang terintegrasi dari pusat hingga daerah, menjadikannya fasilitas yang paling sigap dalam memastikan kebutuhan nutrisi korban bencana tetap terpenuhi.(*)


