KITAINDONESIASATU.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, akhirnya turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Sebelumnya ia menuai kritik setelah pernyataannya yang menyebut laporan awal banjir dan longsor hanya terlihat mencekam di media sosial. Saat tiba di Tapanuli Utara, Suharyanto langsung mendirikan posko tanggap darurat dan mempercepat penyaluran bantuan.
Ia mengaku terkejut melihat besarnya kerusakan yang membuat banyak warga kehilangan keluarga dan harta benda.
“Saya surprise. Saya tidak mengira seperti ini,” ujarnya pada Senin, 1 Desember 2025. Suharyanto menegaskan bahwa komentarnya sebelumnya bukan bentuk ketidakpedulian terhadap para korban. Ia juga memastikan bahwa kehadiran BNPB di Sumatera Utara merupakan komitmen nyata untuk membantu semua warga terdampak tanpa membedakan daerah atau latar belakang.
Untuk mempercepat respons, BNPB membuka posko pendampingan nasional di Bandara Silangit dan menurunkan tim lengkap guna mendukung pemerintah daerah.
“Saya membuka Posko di Bandara Silangit, Posko Pendampingan Nasional kepada Pemerintah Daerah,” katanya. BNPB juga mengerahkan logistik, tim evakuasi, dan bantuan melalui jalur udara. “Ini yang menjadi komandan adalah para Kepala Daerah, tapi kami akan mendampingi secara secara langsung dan terus-menerus,” lanjutnya.
Bencana hidrometeorologi yang menimpa beberapa provinsi di Sumatera telah menyebabkan ratusan korban jiwa.
Hingga 30 November 2025, tercatat 442 orang meninggal dunia dan 402 lainnya masih hilang di wilayah terdampak, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara saja, angka korban tewas mencapai 217 orang. (*)


