KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah video yang ramai beredar di media sosial menampilkan warga terdampak banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, yang dituduh menjarah sebuah minimarket.
Dalam rekaman itu, warga terlihat berebut mengambil persediaan makanan dan barang kebutuhan, sehingga memunculkan dugaan penjarahan dan memicu berbagai reaksi publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala BNPB Suharyanto memberikan klarifikasi.
Mengutip tayangan YouTube Kompas TV pada Minggu, 30 November 2025, ia menegaskan bahwa aksi warga dalam video itu bukan merupakan penjarahan, melainkan upaya mengambil bahan makanan di tengah kondisi darurat.
“Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga adanya upaya mengambil logistik, jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan,” ujarnya.
Suharyanto menjelaskan bahwa kepadatan dan kepanikan warga dalam video disebabkan rasa khawatir sementara karena berada di ruang tertutup dengan pasokan makanan yang terbatas.
Ia memastikan tidak ada tindakan merusak atau penjarahan seperti yang disebutkan di sejumlah narasi.
“Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca dan lain sebagainya, tidak. Ya mungkin mereka khawatir, takut, karena tertutup dan bahan makanannya terbatas.” tambahnya.
Mantan Sekretaris Militer Presiden tersebut juga menegaskan bahwa hingga kini Sibolga masih terisolasi akibat bencana.
Meski begitu, BNPB sudah menyalurkan bantuan melalui metode air drop. Ia menyebutkan bahwa tim masih berupaya membuka jalur akses menuju Sibolga dan wilayah Tapanuli.
Personel gabungan bahkan telah mencapai sejumlah pengendara yang terjebak di rute antara Tapanuli Utara dan Sibolga. Menurut laporan terakhir, jalur tersebut masih tertutup longsor panjang.
“Ini dari Tapanuli ke Sibolga belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang. Satgas gabungan TNI-Polri sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore dari Dandim, perlu paling tidak tiga hari lagi baru bisa tembus,” jelas Suharyanto. (*)


