KITAINDONESIASATU.COM — Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) terus menimbulkan dampak yang meluas, memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Data terbaru yang dirilis oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumut mencatat jumlah pengungsi telah menembus angka 28.427 jiwa.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi penanganan bencana sejak 24 hingga 29 November 2025. Selain ribuan pengungsi, bencana ini juga telah menelan banyak korban jiwa. Tercatat hingga saat ini, total 147 orang meninggal dunia dan 174 orang masih dalam pencarian.
Wilayah yang paling terdampak parah adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mencatat 47 korban meninggal dan 51 orang hilang. Kota Sibolga juga mencatatkan dampak signifikan dengan 33 korban meninggal dan 56 orang dilaporkan hilang, serta mengalami isolasi total karena akses darat yang terputus.
Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan BNPB telah mengerahkan ribuan personel untuk fokus pada operasi evakuasi, pencarian korban, dan pembukaan kembali akses jalan yang tertutup longsor. Distribusi logistik ke wilayah terisolasi seperti Sibolga kini mulai diupayakan melalui jalur udara dan laut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.(*)
