KITAINDONESIASATU.COM – Dunia internasional kembali diguncang tragedi besar. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi dua WNI meregang nyawa dalam kebakaran dahsyat yang melalap kompleks perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11) malam waktu setempat.
KJRI Hong Kong bergerak cepat, memantau situasi dari jarak dekat dan terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian setempat. Hasilnya mencengangkan, dua WNI dipastikan meninggal, dua lainnya terluka, seluruhnya pekerja migran Indonesia di sektor domestik.
Tak tinggal diam, KJRI membuka tempat singgah darurat di gedung KJRI, menyediakan logistik, hingga memberi pendampingan langsung kepada para WNI terdampak. Keluarga korban di tanah air pun sudah dihubungi untuk menyampaikan belasungkawa mendalam dan informasi penanganan lanjutan, termasuk proses repatriasi jenazah dan pemenuhan hak-hak mereka.
Namun tragedi ini jauh lebih besar dari dugaan awal. Data otoritas Hong Kong mencatat, 36 orang tewas, termasuk seorang petugas pemadam, 279 lainnya dilaporkan hilang, dan 29 orang dirawat, tujuh di antaranya kritis.
Laporan South China Morning Post menyebut tujuh blok apartemen hangus, tiga blok gelap total, empat lainnya porak poranda akibat amukan api. Operasi penyelamatan pun berlangsung masif: lebih dari 140 mobil pemadam dan 800 petugas dikerahkan, dibantu drone untuk menyisir area kebakaran.
Tragedi dahsyat ini masih berkembang, dan Kemlu RI memastikan terus memantau setiap perkembangan demi keselamatan WNI di Hong Kong. (Sumber: Anadolu)



